AYOJAKARTA.COM - Namaa Erick Thohir dan Yusil Isra Mahendra tengah menjadi perhatian publik.
Hal itu setelah keduanya kedapatan membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang disinyalir untuk pendaftaran cawapres.
Erick Thohir dan Yusril Isra Mahendra merupakan sosok yang masuk dalam daftar calon terkuat cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Wajah Seorang Pria pada Gambar Sketsa Kuda dalam Waktu 10 Detik
Lantas, siapakah yang terpilih dan bakal menjadi cawapres Prabowo Subianto?
Dilansir ayojakarta.com dari suara.com pada Rabu (17/10/2023), Wasekjen PAN Fikri Yasin mengungkap alasan Menteri BUMN dan Ketua Umum PBB tersebut membuat SKCK.
Dikatakan Fikri, keduanya membuat SKCK sebagai persiapan, mengingat mereka merupakan kandidat cawapres Prabowo Subianto.
Fikri menjelaskan, langkah Erick dan Yusril dipersiapkan untuk alternatid atau cawapres cadangan.
"Ya itu dia makanya bukan hal aneh kalau Erick Thohir menyiapkan administrasi, karena untuk jaga-jaga," ungkap Fikri.
Pembuatan SKCK ini dilakukan guna mempersiapkan persyaratan administrasi pendaftaran capres-cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Baca Juga: Digadang-gadang Menjadi Cawapres Prabowo Subianto, Apa Saja Kelebihan Erick Thohir?
Sehingga, siapapun dari kandidat yang terpilih nantinya untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto telah siap dan tudak terburu-buru untuk mengurus persayaratan.
"Sebetulnya semua cawapres menyiapkan segala administrasinya sekalipun belum pasti supaya pada saatnya diputuskan nggak terburu-buru," jelas Fikri.
Ketika disinggung perihal apakah Erick turut menginformasikan kepada PAN perihal pembuatan SKCK, Fikri tidak memberikan jawaban yang spesifik.
"Secara khusus nggak, tapi untuk persiapan ya nggak salah juga," ucap Fikri.
Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan kans Erick untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto masih akan ditentukan dalam rapat Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Namun, ia juga tak menampik jika pembuatan SKCK yang dilakukan Erick Thohir sebagai persiapan apabila dipilih sebagai cawapres Prabowo.
Baca Juga: Sandiaga Uno Tak Terpilih Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, PPP: Tidak Kecewa
"Semuanya tergantung hasil rapat majelis Ketua Umum KIM yang insyaallah akan digelar dalam waktu singkat," ujar Eddy.
Diberitakan sebelumnya, berkaitan dengan pengumuman siapa yang bakal menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto, publik diminta tak meminta terburu-buru.
KIM bahkan membuka opsi pendeklarasian cawapres Prabowo Subianto akan dilakukan saat mendaftar ke KPU antara masa tanggal 19-25 Oktober 2023.***