AYOJAKARTA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buntut dari kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian pada Jumat, 13 Oktober 2023.
Usai ditahan dan mengenakan rompi oranye, Syahrul Yasin Limpo mengaku akan komitmen mengikuti setiap proses hukum yang ada di KPK.
Syahrul Yasin Limpo berharap dirinya diberi ruang untuk berproses dalam peradilan yang berjalan.
“Saya akan mengikuti semua proses hukum yang ada dan tentu saja akan mengedepankan juga hak-hak saya secara aturan yang ada. Tentu saja saya berharap biarkan saya berproses secara baik di dalam peradilan,” kata SYL dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu, 14 Oktober 2023.
SYL mengaku dirinya cukup lelah menjalani proses hukum atas dirinya selama dua malam terakhir.
Meski begitu, SYL menyampaikan dalam menangani kasus ini KPK sudah bekerja cukup baik dan profesional.
“Penanganan KPK sangat profesional dan cukup baik menurut saya. Walaupun dua malam ini saya betul-betul mendapatkan sebuah proses yang cukup panjang dan melelahkan,” jelasnya.
SYL menuturkan agar dirinya tidak dihakimi terlebih dahulu dan berharap agar dalam kasus ini asas praduga tak bersalah bisa dikedepankan.
Ia juga berjanji akan menghadapi proses hukum di KPK secara kooperatif dan bersedia membuktikan apa yang ada.
“Oleh karena itu saya siap untuk lakukan, saya berharap jangan saya dihakimi dulu. Biarkan semua prosesnya asas praduga tak bersalah harus dilakukan, termasuk ke Kementan. Biarkan saya juga memiliki hak untuk membuktikan apa yang ada dan saya miliki. Mohon diberi kesempatan untuk itu,” ujarnya.
Untuk diketahui, KPK telah menetapkan SYL sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Kementan.
Baca Juga: Cak Imin Yakin Kasus Korupsi SYL Tidak Berdampak pada Elektabilitas Dirinya dan Anies Baswedan
SYL resmi ditahan di Rutan KPK selama 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Selain SYL, KPK sebelumnya juga sudah menahan dua orang lain yang terlibat dalam kasus ini yakni Sekjen Kementan Kasdi Subagyono (KS) dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta.