Nasional

Koalisi Anies Baswedan dan Cak Imin Goyah? Muhaimin Iskandar: Mungkin Kita Perlu...

Oleh: Nuriyah Nofasari Jumat 13 Okt 2023, 11:20 WIB
Koalisi Anies Baswedan dan Cak Imin Goyah? Muhaimin Iskandar: Mungkin Kita Perlu...

AYOJAKARTA.COM -- Muhaimin Iskandar dengan tegas membantah rumor yang mengklaim bahwa koalisi yang mendukung pasangan Anies BaswedanCak Imin goyah. Duet ini digadang-gadang sebagai pasangan calon presiden (capres) dancalon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Umum 2024.

Sebaliknya, Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa akan ada tambahan kekuatan yang akan mendukung pasangan Anies Baswedan - Cak Imin.

“Oh enggak (goyah). Mungkin kita perlu tambahan partai lain yang mungkin bisa ikut bergabung," ucap Muhaimin.

Baca Juga: Permohonan Pedagang Tanah Abang Agar Shopee dan Lazada Dihapus, Netizen: Makanya Kalo Jualan Jangan Nyekek

Namun, hingga saat ini, Cak Imin belum bersedia mengungkapkan partai mana yang akan bergabung dalam koalisi tersebut. Ia juga mencatat bahwa beberapa partai non-parlemen telah menghubungi mereka untuk mempertimbangkan bergabung.

“Ya banyak partai non parlemen yang sudah menghubungi tapi kita tunggu saja," katanya.

Sudah diketahui bahwa beberapa partai non-parlemen telah menentukan posisi politik mereka dalam rangka Pemilihan Presiden 2024 yang akan datang.

Partai seperti Perindo dan Hanura, sebagai contohnya, telah dengan tegas menyatakan dukungan mereka terhadap calon presiden Ganjar Pranowo.

Di sisi lain, Prima, Garuda, Gelora, dan PBB telah memberikan dukungan mereka kepada calon presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gabungkan Kedua Telapak Tanganmu, Garis Pada Gambar Mana yang Sesuai?

Sementara itu, pasangan Anies Baswedan - Cak Imin mendapat dukungan dari Partai Ummat. Hanya PSI dan PKN yang belum mengambil keputusan resmi mengenai dukungan politik mereka.

Cak Imin juga mengumumkan bahwa Koalisi Perubahan telah mempersiapkan diri untuk mengajukan pendaftaran pada tanggal 19 Oktober 2023 mendatang.

"Kita bareng-bareng partai pengusung akan bersama-sama datang ke KPU prosesinya mungkin kita diawali dengan doa bersama satu hari sebelumnya kemudian doa restu dari masing-masing kantor partai lalu dilanjutkan dnegan keberangkatan untuk bareng-bareng menuju KPU pada 19 Oktober," ucap Cak Imin.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIII, Philips J. Vermonte menyebut bahwa perubahan yang terjadi, khususnya perpindahan Muhaimin Iskandar ke Koalisi Perubahan untuk mendampingi Anies Baswedan menjadi awal mula isu keretakan muncul.

Ketua Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepsi)itu juga menyebut perpindahan tersebut menjadi pemicu bagi koalisi yang mendukung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto untuk meninjau kembali pilihan cawapres mereka dalam persiapan Pilpres 2024.

Baca Juga: Roy Suryo Analisis Rekaman CCTV yang Dibagikan Edi Salihin yang Tidak Pernah Disiarkan: Video Itu Asli

"Pindahnya Muhaimin itu dalam konteks ini cukup menjadi game changer membuat yang lain jadi berhitung, Prabowo dan Ganjar berhitung siapa cawapresnya, karena ini yang paling penting," ucap Philips.

Vermonte mengungkapkan bahwa baik koalisi Prabowo maupun PDIP sedang melakukan evaluasi dan pemilihan cawapres yang lebih cocok untuk bersaing dalam Pemilihan Presiden 2024. Hal ini dilakukan setelah Anies Baswedan mengumumkan kerja sama dengan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon wakil presiden.

Hal ini menjadi relevan mengingat Muhaimin memiliki dukungan kuat di wilayah Jawa Timur dan memiliki koneksi dengan organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan basis dukungan signifikan dalam pemilu.

"Representasi yang lebih mendasar bahwa pemilih kita ada di Jawa, latar belakang NU. Terutama Jateng dan Jatim. Pindahnya Cak Imin ke Anies mengubah kalkulasi dari dua kandidat capres lain dalam memilih cawapres," ucapnya.

Menurut Philips, pemilihan cawapres yang dianggap sesuai untuk kedua pasangan capres yang belum menentukan pasangan mereka akan didasarkan pada kemampuan calon tersebut. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan elektoral, baik dari segi demografis, geografis, maupun kebutuhan logistik dalam perhelatan pemilu.

Baca Juga: Tes IQ: Temukan Huruf N di antara Deretan Huruf M, Latih Konsentrasi dan Fokus Mata!

"Pak Erick Thihir ada disebut-sebut, dan kan fungsi cawapres antara lain mungkin dia bisa memenuhi kebutuhan elektoral demografis dan gerografis atau kebutuhan lain logistik," ucapnya.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa bakal calon presiden Prabowo Subianto unggul atas Ganjar Pranowo per September 2023.

Dalam simulasi dengan tiga nama calon presiden, Prabowo memimpin dengan selisih tipis, yaitu 34 persen dibandingkan dengan 30,4 persen milik Ganjar, dengan selisih sebesar 3,6 persen. Anies Baswedan memperoleh dukungan sekitar 22 persen dalam survei tersebut.

Menurut hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia, tercatat bahwa Anies Baswedan telah mengalami peningkatan elektabilitasnya sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilihan Umum 2024 setelah mengumumkan bahwa Muhaimin Iskandar, yang dikenal dengan julukan Cak Imin, akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil