Nasional

Jaksa Shandy Ungkap Jessica Wongso Sempat Mengaku Bisa Membunuh dengan Dosis yang Tepat

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 12 Okt 2023, 14:14 WIB
Jaksa Penuntut Umum Shandy Handika menyampaikan bahwa pihaknya pernah mencari tahu latar belakang dan kondisi psikologis Jessica Wongso selama di Australia.

AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian Wayan Mirna Salihin kembali diperdebatkan setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso rilis.

Tidak hanya mengenai barang bukti yang diperdebatkan oleh masyarakat, tetapi juga kepribadian Jessica Wongso.

Sebab, selama menjalani persidangan Jessica Wongso tampak tenang dan tak menunjukkan sikap bersalah.

Jaksa Penuntut Umum Shandy Handika menyampaikan bahwa pihaknya pernah mencari tahu latar belakang dan kondisi psikologis Jessica Wongso selama di Australia.

Baca Juga: Terungkap! Jessica Wongso Sempat Nonton Film Pembunuhan dengan Sianida Sebelum Bunuh Mirna

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikiatri, diketahui Jessica memiliki kepribadian ganda yang membuatnya bisa baik dan kadang bisa langsung marah.

Shandy mengatakan Jessica pernah dirawat di sebuah rumah sakit setelah bertengkar dengan mantan kekasihnya.

Shandy menyebut pada saat di Australia Jessica sempat melakukan percobaan untuk mengakhiri hidupnya.

“Di Australia pun kami cari tahu Jessica tuh sebenarnya seperti apa. Dia pernah dirawat di salah satu rumah sakit setelah dia berantem dengan mantan pacarnya. Di situ dia berusaha mencoba bunuh diri dengan kompor gas dinyalain,” kata Shandy dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis, 12 Oktober 2023.

Baca Juga: Jaksa Shandy Handika Tegas Sebut Tangani Kasus Jessica Wongso Tanpa Ada Intervensi

Shandy kemudian menjelaskan berdasarkan keterangan pada BAP, ketika Jessica masuk ke RS Royal Prince Alfred teman mendiang Mirna Salihin itu bertemu dengan seseorang bernama Christie.

Kepada Christie Jessica mengaku bahwa dirinya bisa membunuh seseorang dan mengetahui dosis yang tepat.

Menurut Shandy, inilah yang menjadi bagian dari bukti bahwa orang kepribadian seperti ini mempunyai keinginan untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain.

“Setelah itu dia dirawat di rumah sakit Royal Prince Alfred dan bertemu dengan Christie, itu teman atau atasannya. Di situ Jessica pernah menyampaikan, agak kasar ‘para ini menahan saya kalau saya ingin membunuh orang saya tau caranya dan dosis yang tepat’” jelasnya.

Baca Juga: Divonis Penjara Karena Es Kopi Sianida, Ternyata ini Film yang Diduga Menginspirasi Jessica Wongso

“Itu Jessica menyampaikan pada Christie dan itu menjadikan bagian dari bukti bahwa orang kepribadian seperti ini dia ternyata mempunyai keinginan juga untuk melakukan kekerasan kepada orang,” sambungnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana