AYOJAKARTA.COM – Mencuatnya kasus pembunuhan Mirna Salihin karena kopi sianida, kini makin memanas dan banyak mengungkapkan fakta baru yang diungkapkan oleh berbagai pihak.
Baru-baru ini Jaksa Shandy Handika dan Wakil Menkumham Prof Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Prof Eddy, sebagai orang yang ikut terlibat dalam persidangan kasus pembunuhan Mirna Salihin, mengungkapkan fakta baru.
“Saking banyaknya racun yang ia minum, belum sampai bawah sudah asfeksia,” kata Jaksa Shandy, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube CURHAT ABANG Denny Sumargo, Rabu, 11 Oktober 2023.
Shandy pun menambahkan bahwa berdasarkan video CCTV yang ia lihat, racun sianida bereaksi pada tubuh Mirna setelah dua (2) menit meminum kopi Vietnam.
Baca Juga: Menguak Fakta Terbaru, Jessica Wongso Ternyata Pernah Nonton Film Pembunuhan Pakai Sianida
“0,2 mg itu ditemukan setelah melalui proses embalming atau pembalseman, racun itu terurai setelah melalui proses embalming,” tambahnya.
Jaksa Shandy dan Prof Edy menyebutkan bahwa racun sianida yang diminum oleh Mirna terlalu banyak, sehingga setelah tiga hari kematian masih ditemukan.
Prof Edy pun membantah bahwa pernyataan yang berkembang di publik bahwa Mirna tidak diotopsi itu hoax. Pasalnya jenazah Mirna telah diautopsi meski tidak menyeluruh.
“Tapi bahwa tidak ada autopsi itu hoax. Karena sudah ditemukan sianida di lambung, dan diambil sampel yang 0,2 itu,” ucap Prof Edy.
Sebelumnya, dr. Djaja Surya Atmaja sebagai dokter forensik yang menjadi saksi dalam kasus persidangan Mirna, mengungkapkan bahwa tidak ada racun sianida di tubuh Mirna.
Diketahui bahwa ada beberapa fakta yang mengungkapkan racun sianida di tubuh Mirna ditemukan setelah tiga hari kematian Mirna, dengan jumlah racun 0,2 mg.
Namun, menurut dr. Djaja, hal tersebut sangat mustahil terjadi. Karena saat pertama kali ia dipertemukan dengan jenazah Mirna tidak tercium sedikit pun racun sianida di tubuh Mirna.***