Nasional

Bekasi Kena Dampak! Pendapatan Wisata Bogor Tak Seimbang dengan Rugi Banjir

Oleh: Admin Rabu 12 Mar 2025, 13:35 WIB
Petugas BPBD Kota Bekasi yang membersihkan lumpur pasca banjir besar yang merendam Kota Bekasi pada Selasa (4/3/2025) lalu.

AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti besarnya kerugian akibat banjir dan longsor yang melanda Bekasi, Bogor, dan Karawang.

Menurutnya, total biaya rehabilitasi pascabencana bisa melebihi Rp 3 triliun, mencakup tidak hanya kerugian warga tetapi juga upaya pemulihan yang harus dilakukan oleh pemerintah.

"Kalau menurut saya lebih dari Rp 3 triliun ya, bukan hanya kerugian yang diderita oleh warga tapi recovery yang dilakukan pemerintah mahal," ungkapnya dilansir Republika.

Dedi juga menyoroti bahwa kerugian yang ditimbulkan dari bencana ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penghasilan sektor pariwisata di kawasan Puncak.

Ia menilai bahwa perubahan alih fungsi lahan di kawasan tersebut menjadi salah satu faktor pemicu bencana.

Dirinya menilai tidak seharusnya hanya melihat pembangunan dari sisi ekonomi dan pendapatan saja, tapi juga harus mempertimbangkan dampaknya di masa depan.

Sementara itu Pemerintah Kota Bekasi telah menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir melanda delapan kecamatan sejak Senin (3/3/2025) hingga Rabu (5/3/2025).

Baca Juga: Berbeda dengan ATM, Saldo di Buku Tabungan KJP Plus Apakah Bisa Dicairkan? Simak Penjelasannya

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai Cileungsi dan Cikeas meluap, menggenangi permukiman warga.

Status tanggap darurat ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 400.9.10/Kep.135.BPBD/III/2025 tanggal 4 Maret.

Berdasarkan data dari BPBD Jawa Barat, sebanyak 61.223 jiwa terdampak banjir yang melanda 132 titik. Untuk membantu warga, telah didirikan 49 dapur umum serta 65 titik evakuasi.

- Bekasi Timur: Tiga kelurahan terdampak dengan 25 titik banjir. Sebanyak 21.234 warga mengungsi di 30 lokasi evakuasi.

- Bekasi Selatan: Lima kelurahan terdampak, 40 titik banjir, dengan kebutuhan mendesak seperti susu, popok bayi, dan air mineral.

- Bekasi Utara: Terdapat 13 titik banjir, memengaruhi 6.417 jiwa.

- Bekasi Barat: Lima kelurahan terdampak dengan 42 titik banjir.

- Jatiasih: Salah satu daerah terparah dengan tujuh perumahan terendam di area seluas 145,7 hektare. Sebanyak 16.733 orang terdampak dan mengungsi.

- Pondokgede: Empat kelurahan terdampak, 14 titik banjir. Meskipun sebanyak 7.651 jiwa terkena dampak, banjir sudah mulai surut dan warga tidak lagi mengungsi.

- Rawalumbu: 21 titik banjir dengan total 10.378 warga terdampak.

- Bantargebang: Satu kelurahan terdampak dengan 199 jiwa yang terkena dampak.

Baca Juga: 10 Kota Ini Punya Durasi Puasa Terlama di Dunia dengan Waktu Lebih dari 16 Jam!

Bencana ini menjadi peringatan penting untuk lebih memperhatikan tata kelola lingkungan dan pembangunan berkelanjutan agar dampak serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam