AYOJAKARTA.COM - Calon presiden potensial, Anies Baswedan, menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk melakukan penilaian yang objektif berdasarkan rekam jejak.
Pernyataan ini disampaikan oleh Anies setelah menghadiri acara bedah buku yang berjudul, “Anies di pusaran produksi Hoax: Tuduhan politik identitas, radikalisme, dan intoleransi”.
"Fokus untuk terus-menerus menyampaikan fakta, sehingga masyarakat menilai dengan objektif, berdasarkan rekam jejak sebelumnya," ucapnya di Jakarta.
Anies Baswedan, yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, mengklarifikasi bahwa dalam era saat ini, informasi berkembang sangat cepat dengan volume yang sangat besar. Oleh karena itu, menjadi krusial untuk menyediakan informasi yang sangat akurat.
"Buku ini bisa menjelaskan, khususnya kepada mereka yang menjadi pembentuk opini, tentang apa sebenarnya dan apa opini yang dicoba dibentuk menjelang Pemilu," lanjutnya.
Buku berjudul, "Anies di pusaran produksi Hoax: Tuduhan politik identitas, radikalisme, dan intoleransi”, ditulis oleh Edy Sasmito dan Toto TIS Suparto. Buku dengan tebal 264 halaman tersebut memiliki delapan bagian yang berbeda.
Bagian-bagian tersebut mencakup berbagai topik seperti tuduhan politik identitas, tuduhan radikalisme, penilaian yang bervariasi dari kritik hingga pujian, serta perjalanan dari menjadi rektor termuda hingga posisi Mendikbud.
Kemudian, dari partisipasi dalam konvensi Partai Demokrat hingga masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta yang mempromosikan kerjasama dan perlindungan bagi semua pemeluk agama, perjalanan karir Anies Baswedan telah diakui dengan berbagai penghargaan.
Baca Juga: Anies Baswedan-Cak Imin Optimis Menangkan Pilpres 2024 Satu Putaran
Sementara itu, penulis buku, Edy Sasmito, menyatakan bahwa Anies Rasyid Baswedan merupakan salah satu tokoh Indonesia yang paling banyak menjadi sorotan dan target pelecehan di media sosial.
"Itu bisa dimengerti karena Anies merupakan salah satu tokoh Indonesia yang paling menonjol dalam beberapa tahun ini. Anies bahkan berpotensi menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8," ucapnya.