AYOJAKARTA.COM – Beberapa lembaga survei menyebutkan bahwa posisi elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan paling rendah diantara capres yang lain.
Baru-baru ini, lembaga survei Poltracking merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas ketiga capres dalam Pilpres 2024.
Poltracking menyebutkan meski saat ini elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan tiga besar, tetapi Anies masih memiliki potensi untuk terus naik, sampai waktu pencoblosan di bulan Februari 2024 yang akan datang.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengungkapkan bahwa dari ketiga kandidat tersebut memang memiliki kenaikan elektabilitas.
Namun, jika dibandingkan survei poltracking di bulan Juli hingga September 2023, margins kenaikkan tertinggi ada di Anies Baswedan dengan kenaikan 4,6 persen.
“Yang menarik kita lihat adalah kenaikannya, Anies Baswedan memiliki kenaikan yang cukup tinggi, jika dilihat seperti kurva terbalik. Sempat turun di bulan April, bahkan paling tinggi itu Anies di November 2022 namun pelan-pelan terus turun,” ujar Hanta Yuda, dikutip AyoJakarta.com dari Youtube MetroTV, Sabtu, 7 Oktober 2023.
Hanta menyebut turunnya elektabilitas Anies Baswedan di bulan-bulan sebelumnya bisa jadi disebabkan karena belum ada kepastian perihal cawapres.
Ia pun menambahkan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan elektabilitas Anies saat ini terus naik. Salah satunya progresif Anies yang selangkah lebih maju dibandingkan Ganjar dan Prabowo.
Baca Juga: Pertemuan Anies Baswedan dan Anggota FKP3 Purnawirawan TNI Polri, Bahas Soal Ini!
“Potensi elektabilitas Anies Baswedan bisa naik jika Cak Imin sebagai cawapres dapat menggiring pemilih PKB ke Anies Baswedan, maka potensi Anies naik akan lebih besar,” kata Handa.
Pasalnya Poltracking melihat bahwa saat ini pendukung PKB belum seratus persen mendukung Anies Baswedan, pasca adanya deklarasi Cak Imin sebagai cawapres.
Selain itu, narasi perubahan yang Anies Baswedan sebutkan dalam safari politik, dapat membuat tren elektabilitas Anies terus naik.
Namun dengan catatan Anies harus benar-benar dapat meyakini masyarakat dengan narasinya tersebut.***