AYOJAKARTA.COM — Mendekati waktu pendaftaran peserta Pemilu, capres Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto masih belum juga mengumumkan nama cawapres.
Berbeda dengan pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mantap berlabuh, Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto justru terlihat kurang menggeliat.
Padahal, waktu yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk capres Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto terbilang semakin menyempit.
Sehubungan dengan nama kandidat yang akan dimunculkan untuk mendampinginya sebagai cawapres, Ganjar menganggap setiap calon memiliki kedekatan sama.
Masih belum diumumkannya nama cawapres dari kedua capres, membuat anggapan Ganjar-Prabowo akan berduet kembali mencuat ke permukaan.
Publik menilai langkah tersebut sangat mungkin dilakukan, sebagaimana Megawati serta Prabowo sempat berduet ketika menghadapi SBY-Boediono pada Pemilu 2009.
Terkait dengan adanya anggapan bahwa duet Ganjar-Prabowo akan terjadi, Ketua DPP PDI Perjuangan memberi tanggapan.
Menurut Puan Maharani, partainya masih akan terus mengamati dinamika politik yang berkembang di tanah air.
Baca Juga: Khofifah Disebut sebagai Sosok Miss X Pendamping Ganjar Pranowo Jadi Cawapres
“Bisa terjadi atau tidak terjadi, semua partai memiliki kalkulasi sendiri-sendiri,” jelasnya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat, 29 September 2023.
Lebih lanjut, Puan menambahkan komunikasi politik antara PDIP dengan partai lain masih terus dilakukan dan berjalan dengan baik.
Berkenaan dengan nama cawapres, politikus PDIP Dedy Yevri Sitorus mempersilakan Partai Gerindra untuk lebih dulu mengumumkan nama cawapresnya.
Menurut Dedy hal tersebut merupakan langkah wajar, mengingat Partai Gerindra lebih dulu mendeklarasikan nama capresnya ke publik.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan di Pulai Jawa Naik, Berpotensi Salip Prabowo dan Ganjar
“Kita menghormati kawan-kawan kita di Gerindra, kan mereka duluan yang deklarasi capres, kita ikut di belakang,” ujar Dedy.
Namun demikian, Dedy menganggap kapanpun pemilihan waktu yang akan dilakukan PDIP merupakan buah dari pertimbangan.
Waktu pendaftaran yang diberikan KPU kepada peserta capres-cawapres pada 19 Oktober 2023 mendatang, akan tetap diperhitungkan oleh partainya.
Terkait dengan nama cawapres yang diduga merupakan tokoh penting dari warga Nahdliyin, Dedy memberi tanggapan.
Baca Juga: 3 Tokoh Politik yang Dipastikan Batal Jadi Cawapres Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, Siapa Saja?
“Saya kira nanti siapapun nama yang diputuskan, itu Ibu Megawati yang akan menyebutkan namanya, pada waktunya,” ungkap Dedy.
Sehubungan dengan masih belum diumumkannya nama cawapres, politisi dari Partai Gerindra Habiburokhman memberi jawaban.
Menurutnya, hingga saat ini nama-nama bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo bukan tidak ada melainkan karena terlalu banyak.
“Bacawapres itu banyak sekali, jadi ini bukan kesulitan menemukan, tapi kesulitan memilih mencari yang terbaik dari yang terbaik,” jelasnya.
Langkah tersebut menurut Habiburokhman dinilai perlu untuk dilakukan, karena ketatnya kontestasi yang terjadi.***