AYOJAKARTA.COM – Bakal calon presiden Anies Baswedan ditanya mengani lika-liku sandwich generation.
Pertanyaan ini dikirimkan oleh seorang warganet di acara Mata Najwa yang berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada pada Selasa, 20 September 2023.
“Untuk semua capres, mau tanya bagaimana cara dan solusi jika kita menjadi sandwich generation?” itulah isi pertanyaan dari warganet yang ditanyakan ulang melalui Najwa Shihab sebagaimana dikutip AyoJakarta.com dari unggahan Instagram @tipsmahasiswa.id, Minggu, 24 September 2023.
Perlu diketahui bahwa salah satu contoh sandwich generation adalah generasi Z yakni mereka yang lahir di antara tahun 1997 dan 2012.
Sandwich generation ini merupakan orang yang merasa terjepit di antara dua generasi yang berbeda.
Mereka merupakan generasi muda yang penuh semangat, kreatif, dan inovatif, tetapi juga harus menghadapi tekanan dari berbagai arah.
Baca Juga: Demi Genjot Raihan Suara, Anies Baswedan dan Cak Imin Kunjungi Sejumlah Tempat
Jika diibaratkan posisi mereka seperti isian roti lapis yang harus menanggung beban kedua lapis roti atau generasi yang ada di atasnya (orang tua) dan di bawahnya (anak atau adiknya).
Terkait dengan generasi sandwich ini, Anies Baswedan meminta agar para sandwich generation tidak memandang membiayai orang tua sebagai beban.
“Nomor satu ketika Anda mendapatkan tanggung jawab ikut membiayai orang tua, maka jangan pernah pandang ini sebagai beban tapi pandang ini sebagai sumur pahala untuk Anda membiayai orang tua,” ujar Anies Baswedan.
“Jangan pernah pandang membiayai orang tua itu sebagai beban, karena dia sudah membiayai Anda selama ini,” lanjutnya.
Menurutnya mengenai berat ringan itu merupakan soal perasaan apabila dijalani dengan sepenuh hati akan terasa ringan.
Selain itu juga soal mencari kesempatan, yang mana beban menjadi sandwich generation bisa menjadi pembelajaran di kemudian hari.
“Yang kedua tentu cari kesempatan, cari kesempatan ini ketika Anda dapat beban sandwich begini. Ingat ini sesungguhnya adalah masa pembelajaran,” jelas Anies Baswedan.
“Yang di kemudian hari hampir pasti pasti Anda punya pengalaman mengelola beban besar,” lanjutnya.
Bakal capres ini menyebut dengan adanya pengalaman sebagai sandwich generation, ketika nantinya memimpin atau memiliki tanggung jawab maka telah memiliki pengalaman pengelolaan beban yang lebih tinggi.
Dirinya pun mengusulkan bahwa dalam kehidupan ini jangan berharap segalanya serba ringan dan enak.
Maka dari itu ketika nantinya bertemu dengan tanggung jawab ekstra, menjadi seorang sandwich generation bisa dipandang sebagai persiapan untuk dapat tanggung jawab yang lebih besar di kemudian hari.
“Cari peluang cari kesempatan yang ulet, kalau orang lain hanya belajar kemudian di kosan, Anda harus belajar sambil bekerja,” kata Anies Baswedan.
Seberat-beratnya yang Anda alami, Anda boleh bilang pada diri sendiri saya bukan orang pertama yang melewati ini,” tandasnya.
Sontak jawaban Anies Baswedan saat ditanya soal gen Z yang jadi generasi sandwich ini banyak mendapatkan respons dari netizen.
“Beliau cocok jadi motivator,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
“Bener kata Anies. Ga usah dianggap beban. Jadi sumber rezeki dan pahala kalo ikhlas, Saya gen sandwich juga tapi malah semangat bekerja gak ngeluh,” balas akun lainnya.
“Memang kalo ngomong jago dia ya. Kalo kerja ya taula gimana, presiden itu ya kerja, bukan jadi motivator,” ujar akun lainnya.