AYOJAKARTA.COM – Merapatnya Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Maju atau KIM membuka peluang bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.
Meski belum secara resmi mengumumkan nama cawapres, bergabungnya Partai Demokrat diniali akan berdampak pada peta koalisi.
Selain terbukanya peluang AHY untuk maju sebagai cawapres, kemenangan merupakan salah satu tujuan esensial yang ingin dicapai Partai Demokrat.
Pernyataan tersebut merupakan alasan yang disampaikan oleh Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng.
Baca Juga: Momen Presiden Jokowi Bela Prabowo Subianto Usai Dituding Cekik dan Tampar Wamentan!
“Setelah kami mendiskusikan segala macam, kami ingin ikut barisan yang menang dan kami lihat yang punya potensi menang adalah Pak Prabowo,” ungkap Andi, dikutip dari siaran Kompas TV pada Selasa, 19 September 2023.
Namun demikian, Andi tidak menyangkal bahwa keputusan bergabung dengan KIM juga melibatkan aspek emosional.
Salah satu hal berkesan yang ditangkap Partai Demokrat usai menggelar pertemuan di Hambalang adalah kesamaan ide dan gagasan perubahan.
Di samping alasan-alasan tersebut, satu hal penting yang dinilai Andi sebagai bentuk kesamaan warna politik adalah ideologi antara Demokrat dengan Gerindra.
Baca Juga: Demokrat Gabung Koalisi Indonesia Maju Tanpa Syarat, AHY Batal jadi Cawapres Prabowo?
“Secara ideologis inilah yang paling nyaman bagi kami, kalau kita tahu PDIP berada di Kiri, Pak Anies berada di Kanan, Pak Prabowo berada di Tengah,” imbuhnya.
Karenanya, Andi menilai sebagai partai yang mengedepankan aspek nasionalis-religius, bergabungnya Demokrat ke kubu Prabowo merupakan keputusan paling relevan.
Terkait dengan adanya posisi tawar yang dimiliki AHY untuk menjabat sebagai Cawapres dalam KIM, Andi memberi tanggapan.
Menurutnya, Ketua Umum Partai Demokrat tidak pernah mengajukan diri untuk menjabat sebagai cawapres, baik pada pilihan koalisi sebelumnya maupun koalisi saat ini.
Baca Juga: Wamen Trending di X, Jokowi Bantah Prabowo Cekik dan Tampar Wamentan
“Yang penting bagi kami adalah kami Kulo Nuwun, pintu dibuka lebar, kami berdiskusi dan klop pikiran-pikirannya,” terang Andi.
Andi menegaskan, dialog politik serta strategi serupa juga dilakukan dengan PDI Perjuangan namun kurang berjodoh.
“Kali ini dalam Pilpres 2024 belum berjodoh, mungkin ke depannya, tapi kita saling menghargai,” jelas Andi.
Masuknya Partai Demokrat ke KIM juga mendapat tanggapan positif dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah lebih dahulu bergabung.
Baca Juga: Respon Cak Imin Usai Demokrat ‘Move On’ dari Anies Baswedan Berlabuh Dukung Prabowo, Sudah Legowo?
Sebagai salah satu partai yang santer akan mengusung Erick Thohir sebagai cawapres Prabowo, PAN mengaku tidak merasa tersaingi dengan adanya AHY.
Kehadiran Partai Demokrat dalam KIM, menurut Eddy Soeparno selaku Sekjen PAN dapat dianalogikan sebagai bentuk lain "vitamin D".
“Berat akan menjadi enteng dengan adanya teman-teman dari Partai Demokrat,” ungkap Eddy.***