AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menghadiri silaturahmi kebangsaan bersama Masyarakat Tionghoa.
Dalam pertemuan silaturahmi bersama Masyarakat Tionghoa, Anies Baswedan bertemu dengan mantan istri Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yakni Veronica Tan.
Usai menghadiri acara silaturahmi tersebut, Veronica Tan memuji pidato Anies Baswedan mengenai kolak dan nasi goreng.
Veronica mengaku senang setelah mendengar pidato Anies Baswedan yang menekankan pada persatuan dalam keberagaman.
Menurut Veronica Tan penting untuk menjaga kebersamaan dalam keberagaman bangsa.
“Senang ya hari ini kita bisa berkumpul sebagai satu komunitas untuk mendengarkan Mas Anies, memberikan kebersamaan, rajutan, bahwa kita ini adalah satu bangsa,” kata Veronica dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV Jember, Sabtu, 16 September 2023.
Baca Juga: Tak Ada Lagi Keraguan, PKS Tegaskan Dukung Penuh Pasangan AMIN Anies Baswedan dan Cak Imin
“Tadi senang banget bisa dengar kolak, maksudnya benar sih kalau nasi goreng itu ada nasinya. Kalau kolak itu kan sebenarnya nggak ada nama apa pun di dalamnya, tapi itu menjadi sebuah bangsa. Jadi artinya kita berbeda-beda tapi kita satu, itu yang paling penting,” sambungnya.
Ketika ditanya apakah ia akan mendukung Anies dalam Pilpres 2024 mendatang, Veronica mengaku akan melihat program yang akan ditawarkan oleh Anies kepada masyarakat.
Karena seperti yang diketahui, Anies belum mempublikasikan rancangan program kerja yang akan ia laksanakan apabila terpilih menjadi presiden di 2024.
Menurut Veronica, program kerja dari seorang capres yang akan menjadi pertimbangannya untuk mendukung.
Baca Juga: PKS Sebut Anies Baswedan Sosok Capres yang Diidamkan-Idamkan
Selain itu, Veronica juga berharap masyarakat memilih pemimpin yang mampu mempersatukan keberagaman bangsa.
“Setiap orang bisa memberikan program, nah Pak Anies juga sebagai salah satu warga yang dipilih oleh masyarakat ya bisa ada di kompetisi, jadi ya kita lihat nanti karena program-program apa sih yang diberikan kepada Indonesia untuk kedepannya,” jelasnya.
“Itulah yang akan dilihat oleh kita semua ya dan kita, saya berharap kita memilih para pemimpin itu berdasarkan ya memang kapasitas. Yang paling penting adalah orang yang mempunyai hati untuk mempersatukan bangsa ini,” pungkasnya.