AYOJAKARTA.COM - Pengurus tingkat tinggi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem tiba di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) pada hari Selasa, 12 September 2023, sekitar pukul 11.54 WIB.
Mereka datang bersama-sama menggunakan kendaraan yang sama.
Di antara mereka yang tiba adalah Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali, Ketua Fraksi NasDem di DPR Roberth Rouw, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim, Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq, dan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni.
Kedatangan mereka disambut oleh anggota pengurus DPP PKS, termasuk Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syura PKS; Muzzammil, Ketua DPP PKS; dan Muhammad Kholid, Juru Bicara PKS.
Pertemuan ini adalah bagian dari konsolidasi antara ketiga partai ini dan diharapkan akan dihadiri oleh calon presiden Anies Baswedan dan pasangannya Muhaimin Iskandar, yang sering disebut sebagai Cak Imin.
Sebelum mengadakan Musyawarah Majelis Syura (MMS), PKS telah lama menantikan kedatangan Cak Imin.
Baca Juga: Anies Baswedan dan Cak Imin Ikut Tour de Wali Songo, Perkuat Dukungan di Surabaya?
Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid, menyatakan bahwa mereka akan menerima kehadiran Cak Imin terlebih dahulu, dan setelah itu akan menggelar MMS. Kemungkinan sebelum MMS digelar, akan ada pertemuan lebih lanjut.
Anies Baswedan juga telah mengonfirmasi rencana kehadirannya bersama Cak Imin di markas PKS pada hari Selasa. Namun, terkait dengan apakah kunjungan Anies-Imin ke PKS akan menjadi sinyal mendukung mereka sebagai pasangan calon, Anies belum memberikan jawaban pasti.
Diberitakan sebelumnya di ayojakarta.com, PKS belum memberikan keputusannya terkait keputusan Anies Baswedan menggandeng Muhaimin Iskandar.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, melalui channel YouTube tvOne.
Jazuli mengatakan PKS dalam mengambil keputusan strategis selalu melalui rapat majelis syuro atau musyawarah majelis syuro.
"Bila musyawarah majelis syuro sudah mengambil keputusan, maka organ partai akan bergerak secara cepat dan masih supaya menang," katanya.
Jazuli juga menjelaskan lebih lanjut mengapa keputusan untuk menyetujui pasangan Anies dan Cak Imin tak kunjung keluar.
Dia mengatakan majelis syuro itu terdiri dari 99 orang. Maka jika ada pro dan kontra itu adalah sebuah gerak dinamis partai.
Sementara itu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diwakili politikusnya, Daniel Johan, menjelaskan selama ini sudah berusaha membangun komunikasi dengan PKS.
Dia juga menghargai sikap PKS yang akan membawa masalah ini majelis dewan syuro.
PKS Merestui Anies Baswedan-Cak Imin, atau Menolaknya?
Baca Juga: Janji Cak Imin Jika Anies Baswedan Menang di Pilpres 2024, Akan Naikkan Dana Desa Jadi Rp 5 Miliar?
Pengamat politik, Khoirul Umam, memandang permasalahan ini hanya soal waktu saja.
"Dari hitung-hitungan politik, hampir besar kemungkinan PKS ini akan tetap mendukung Anies Baswedan," katanya.
Dia mengatakan ada beberapa faktor mengapa PKS akan tetap mendukung Anies.
Pertama, menurut informasi spekulatif konon kabarnya tanda jadi itu sudah diterima. Jadi akan sulit bagi PKS untuk merevisi atau memikirkan koalisi yang lain.
Kedua, menurut basis data internal PKS, basis pemilih loyal PKS itu memberikan pilihan kepada Anies. Hal ini sudah terjadi sejak pilkada DKI Jakarta.
Ketiga, PKS ada kepentingan menggandeng PKB untuk melepaskan citra sebagai parpol sayap kanan konservatif.
Keempat, PKS tidak mungkin bergabung dengan PDIP. Sementara untuk bergabung dengan koalisi Prabowo sudah ada Partai Gelora yang merupakan pecahan PKS.
Asal muasal PKS belum sepenuhnya mendukung pasangan Anies-Cak Imin, dimulai saat PKS absen di deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang berlangsung di Hotel Majapahit Surabaya pada Sabtu, 2 September 2023.
Absennya PKS dikonfirmasi oleh Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan, sebagaimana dilaporkan oleh Republika pada Sabtu, 2 September 2023.
Irwan Setiawan menyatakan, "Iya, Pak. Tidak hadir," dalam kutipan yang diambil dari Republika pada Senin, 11 September 2023.
Selain itu, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, juga dilaporkan tidak akan menghadiri deklarasi tersebut karena ada rencana konferensi pers DPP PKS di Jakarta.
Irwan Setiawan menjelaskan, "Presiden PKS tidak akan hadir. Ada informasi bahwa akan ada konferensi pers di DPP."
Di sisi lain, Waketum PKB, Jazilul Fawaid, mengungkapkan bahwa hanya tiga partai yang hadir dalam deklarasi tersebut, yaitu PKB, Nasdem, dan PKS. Meskipun demikian, ia menyatakan keterbukaan jika ada partai lain yang ingin bergabung dalam mendukung pasangan Anies-Cak Imin.