AYOJAKARTA.COM - Prabowo Subianto pernah diramal oleh Gus Dur akan menjadi presiden Indonesia di usia senja.
Prabowo Subianto yang pernah gagal dua kali dalam kontestasi pemilihan presiden, kali ini mempunyai peluang untuk mewujudukan ramalan tersebut.
Prabowo Subianto tak mimpi di siang bolong, karena dia didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). Koalisi tersebut dideklarasikan oleh empat parpol yaitu Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN).
Baca Juga: Pernyataan Anies Baswedan di Mata Najwa ada Unsur Kebohongan, Demokrat: Ini Pelanggaran Fatal
Soal ramalan Prabowo menjadi presiden di usia senja itu disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP PKB Syaiful Huda dalam sebuah acara yang digelar oleh partainya di Jakarta.
"Saya ingat betul omongan Gus Dur. 'Pak Probowo Anda akan menjadi presiden nanti di akhir usia Anda yang semakin tua," katanya, Selasa 1 Agustus 2023.
Dia menambahkan ada satu alasan yang disampaikan Gus Dur mengapa Prabowo berpotensi jadi presiden.
"Karena Prabowo punya sifat yang iklas," tiru Huda.
Probowo Dua Kali Gagal
Prabowo Subianto sudah dua kali mengikuti kontetasi pilpres dan dua-duanya gagal.
Pertama, pada pilpres 2014.
Ketika itu Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa dan menamakan dirinya Koalisi Merah Putih (KMP).
KMP didukung oleh Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB, Demokrat, dan Partai Aceh.
Sementara di kubu lawan ada pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
KIH ini didukung oleh PDIP, PKB, Hanura, NasDem, dan PKP.
Hasil akhir pemilihan suara setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo-Hatta mendapatkan 62.576.444 suara atau menguasai 46,85 persen. Sedangkan Jokowi-Kalla mendapatkan 70.997.833 suara atau 53,15 persen, sehingga terpilih sebagai pemenang pilpres.
Baca Juga: Jurusan Kuliah yang Terkenal Paling Sulit di Bidangnya, Jurusanmu Termasuk?
Kedua, di pilpres 2019, Prabowo berpasangan dengan politikus muda Sandiaga Uno. Mereka didukung oleh lima parpol yakni Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, dan Berkarya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur.
Sang petahana Jokowi maju kembali dan kali ini berpasangan dengan seorang ulama senior, Ma'ruf Amin. Mereka membentuk Koalisi Indonesia Kerja dalam sebuah koalisi yang gemuk beranggotakan PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura, PKP, Perindo, PSI, dan PBB.
Hasil akhir, Prabowo kembali kalah. Bersama Sandiaga dia mengantongi perolehan suara sebanyak 68.650.239 atau menguasai 44,5 persen.
Sementara Jokowi-Amin, mendapat 85.607.362 suara atau 55,5 persen.
Kesempatan Terakhir Prabowo
Pilpres 2024 mungkin akan jadi kesempatan terakhir bagi Prabowo Subianto untuk mencalonkan diri mengingat usianya yang semakin lanjut. Pria yang pernah menjadi prajurit Kopasus tersebut sudah berusia 71 tahun.
Di pilpres kali ini Prabowo mendeklarasikan koalisi dengan nama Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang didukung oleh Gerindra, PKB, Golkar, PAN, dan PBB. Namun belakangan PKB hengkang dari KIM dan bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar
Prabowo belum menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya. Namun dari berbagai survei, nama Erick Thohir disebut-sebut sebagai sosok yang paling pas untuk menjadi cawapres Prabowo.
Akankah ramalan Gus Dur menjadi kenyataan. Waktu akan menjawabnya.***