AYOJAKARTA.COM – Akhirnya Bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk persatuan Anies Baswedan sudah resmi mendeklarasikan pasangannya di Pilpres 2024.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memantapkan hatinya untuk memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal dengan Cak Imin.
Pilihan yang Anies tetapkan tampaknya membawa kekecewaan untuk Partai Demokrat. Lantaran awalnya digadang-gadang AHY yang terpilih sebagai Bakal Cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan di Pilpres, namun nyatanya semua keputusan berubah dalam waktu yang singkat.
Belum lama ini Partai Demokrat yang dipimpin oleh AHY mengelar konferensi pers mengenai pengunduran diri Demokrat dari Koalisi Perubahan. Di sela-sela konferensi pers itu, AHY memberikan ucapan selamat kepada Anies dan Cak Imin karena sudah resmi mendeklarasikan sebagai pasangan Capres dan Cawapres dari Koalisi Perubahan.
Dilansir dari Youtube Metro TV, Anies merespons ucapan selamat yang diberikan oleh AHY dengan sangat berterima kasih dan memberikan mengapresiasi untuk menghormati apa pun keputusan yang sudah diambil oleh Partai Demokrat.
Anies pun yakin bahwa di balik perselisihan antara dirinya dengan Demokrat memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memajukan Indonesia jauh lebih baik lagi.
“Kita melihat perjalanan untuk mengubah, memperbaiki bangsa negara adalah tanggung jawab kita bersama, ada niat baik dan keinginan yang kita sama-sama miliki, dan juga ada kesempatan momentum yang belum tentu kita dapatkan pada waktu saat ini. Tapi kita yakin berkeinginan Indonesia untuk lebih baik, ingin kita terus bahu-membahu dengan semua untuk Indonesia lebih baik.” Ucap Anies, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Metro TV, Rabu (06/09/2023).
Baca Juga: 17 Jurusan Kuliah Lulusannya Banyak jadi Pengangguran Berdasarkan Survei Payscale, Yakin Mau Daftar?
Selain itu, Anies pun menjawab semua tudingan mengenai kekecewaan partai Demokrat yang menyebutkan bahwa kerja keras mereka sudah dilukai olehnya karena telah melanggar komitmen bersama.
Menurut Anies bahwa keputusan untuk menentukan Cawapres sepenuhnya adalah tanggung jawab dirinya, yang dari awal pemberian tugas tersebut sudah disepakati oleh semua partai dari Koalisi Perubahan.