Nasional

AHY Sebut Demokrat Telah Dilukai oleh Mereka yang Tidak Jujur, Sindir Anies Baswedan?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Selasa 05 Sep 2023, 10:59 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut masuk menjadi salah satu kandidat dari calon wakil presiden yang diusung PDIP.

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengekspresikan kekecewaannya setelah Koalisi Perubahan untuk Persatuan memutuskan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan.

Dalam pidatonya di kantor DPP Demokrat di Jakarta, Senin 4 September, AHY menggarisbawahi soal etika berpolitik dan kepercayaan.

“Karena perjuangan Partai Demokrat telah dilukai oleh mereka yang tidak jujur serta telah melanggar komitmen dan kesepakatan. Bagi Demokrat, ini sesuatu yang fundamental,” tegas AHY dikutip dari ayojakarta.com dari Instagram @pdemokrat Selasa 5 September 2023

Baca Juga: Bocoran Terbaru Samsung Galaxy Tab A9, Harga Lebih Murah Spek Mantap!

Dia menambahkan partai dan kadernya merasakan hiruk pikuk politik menuju Pemilu 2024, seolah etika, integritas pribadi, dan komitmen politik, menjadi tidak penting dan relevan, dalam mencapai tujuan.

"Ini yang justru menebalkan keyakinan politik saya, bahwa perubahan benar-benar diperlukan karena demokrasi yang sejati hanya bisa dirawat dan tetap eksis jika hal-hal mendasar tadi tetap dipertahankan" ⁠

Selanjutnya dia membandingkan apa yang terjadi saat ini dengan pengalamannya di militer.

“Dalam perang saja, kami wajib patuh etika dan aturan. Perang bukan soal kill or to be killed, menang atau kalah. Tapi juga cara memenangkan peperangan. Begitu juga politik,” tukasnya.

AHY mengatakan komitmen menjadi barang yang langka dan kata maaf dijadikan obat yang murah untuk pengingkaran atas sebuah komitmen.

Baca Juga: Cara Cek Isi Chat WhatsApp Pasangan Kalian Tanpa Harus Sadap, Hati-Hati yang Suka Selingkuh!

Baginya ini adalah hal yang berbahaya. Jika dibiarkan, bisa menjadi budaya; menjadi sebuah pembenaran. Lambat laun, bisa membentuk karakter bangsa yang tidak bertanggung jawab.

"Tentu kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Untuk itu, kami tidak akan menyerah, untuk terus memperjuangkan nilai dan etika dalam kehidupan politik dan demokrasi kita," sambung anak pertama Susilo Bambang Yudhoyono ini.

AHY Butuh Koalisi

Diberitakan sebelumnya, Koalisi Perubahan yang dimotori Partai Nasional Demokrat secara mengejutkan memilih Muhaimin Iskandar, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai wakil presiden pendamping Anies.

Pengumuman ini sungguh mengejutkan, mengingat Anies sebelumnya diyakini akan menggandeng AHY sebagai calon wakil presidennya.

Pengumuman tersebut tentu saja mengecewakan para pendukung AHY, yang merasa dikhianati oleh Anies. Demokrat pun memutuskan untuk keluar dari Koalisi Perubahan sebagai respons atas pengumuman tersebut.

Andi Arief, salah satu pentolan Partai Demokrat, bahkan mengungkapkan rasa kekecewaannya di media sosial dengan menyebut Anies sebagai "pengkhianat" dan "pengecut."

Dalam kondisi seperti ini, AHY dan Partai Demokrat memerlukan koalisi politik lainnya agar dapat berpartisipasi dalam pemilihan presiden 2024. Penting untuk dicatat bahwa Presidential Threshold Partai Demokrat hanya sebesar 9,39%, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Undang-Undang Pemilu sebesar 20%.

Baca Juga: Ini Dia 4 Tipe Kepribadian berdasarkan Cara Mengelola Keuangan atau Budgeting, Kamu yang Mana?

Saat ini, AHY memiliki dua pilihan utama untuk bergabung dalam sebuah koalisi. Pertama, bergabung dengan calon presiden Ganjar Pranowo, yang telah meraih popularitas tinggi sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kedua, bergabung dengan Prabowo Subianto, yang juga masih harus menentukan siapa calon wakilnya.

Pilihan ini akan sangat memengaruhi peluang AHY untuk menjadi calon wakil presiden. Dalam kedua kasus tersebut, AHY perlu menjalani proses negosiasi politik yang kompleks dan mempertimbangkan strategi yang paling memungkinkan untuk meraih posisi tersebut.

Perjalanan politik AHY setelah ditolak oleh Anies Baswedan akan menjadi salah satu cerita menarik yang akan diikuti dalam pergerakan politik Indonesia menjelang Pilpres 2024.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky