Nasional

Peluang AHY Mendampingi Anies Baswedan Hilang, Susilo Bambang Yudhoyono: Ada Campur Tangan Dalang!

Oleh: Karseno AJ Senin 04 Sep 2023, 10:52 WIB
Sejak duet Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar resmi dideklarasikan, komposisi Koalisi Perubahan benar-benar berubah signifikan.

AYOJAKARTA.COM – Sejak duet Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar resmi dideklarasikan, komposisi Koalisi Perubahan benar-benar berubah signifikan.

Diusungnya Cak Imin sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan, membuat Partai Demokrat lebih memilih untuk menarik dukungan.

Gagalnya pencalonan AHY sebagai pendamping Anies Baswedan, mendapat tanggapan khusus dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Menurut Susilo Bambang Yudhoyono, d ibalik pencalonan pasangan Anies dengan Cak Imin terdapat sosok mastermind atau dalang yang terlibat.

Adanya keterlibatan menteri aktif di kabinet Presiden Joko Widodo yang mengajak Partai Demokrat untuk membuat poros baru, dianggap sebagai salah satu indikasi.

SBY menilai, hal tersebut berkorelasi dan menjadi salah satu penyebab gagalnya AHY untuk maju sebagai Cawapres pendamping Anies.

Baca Juga: Rincian Harta Kekayaan Muhaimin Iskandar, Cawapres Anies Baswedan

Sebagaimana diketahui publik, nama AHY menjadi salah satu calon kuat sebelum duet Anies bersama Cak Imin diresmikan.

Namun dengan masuknya PKB ke dalam Koalisi Perubahan membuat peluang AHY menjadi cawapres hilang.

“Menteri masih aktif dari kabinet kerja Presiden Jokowi secara intensif melakukan lobby, termasuk kepada Partai Demokrat,” jelas SBY.

Dalam salah satu keterangannya yang disampaikan kepada awak media, SBY menyebut poros baru yang dimaksud juga melibatkan PKS serta PPP.

Selain itu, dalam keterangannya SBY juga menyatakan bahwa aktivitas politik sosok menteri yang dimaksud juga telah diketahui oleh Pak Lurah.

“Yang bersangkutan mengatakan inisiatif ini sudah sepengetahuan Pak Lurah, yang berkaitan dengan capres dan cawapres, katanya ada mastermind-nya” imbuh SBY.

Gagalnya pencalonan AHY sebagai cawapres dari Koalisi Perubahan dinilai oleh SBY sebagai bentuk perilaku yang tidak amanah.

“Mereka tidak sidiq, tidak jujur, tidak amanah , berarti tidak bisa dipercaya dan mengingkari hal-hal yang telah disepakati,” terang SBY.

Sebelumnya pada Kamis 31 Agustus 2023 lalu, Ketua Umum Partai Nasdem memang sempat mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Baca Juga: 2 Partai Sudah Pasti, PKS Akan Hadiri Deklarasi Anies-Cak Imin Juga?

Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan biasa.

Sehingga dinamika politik yang timbul di tengah kalangan partai, diakui Presiden bukan merupakan urusan dan tanggung jawabnya.

Selain keterangan dari Presiden, pernyataan senada juga sempat diungkapkan oleh Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasdem.

Surya Paloh mengaku bahwa pertemuannya bersama dengan Presiden Joko Widodo tidak membuahkan intervensi politik apapun.

“Ngobrol biasalah sama temen sudah lama nggak jumpa, nggak ada arahan-arahan dari Presiden Jokowi,” ungkap Surya Paloh.

Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 4 September 2023 dari kanal Youtube Kompas TV.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam