Nasional

West Java Festival 2023 Dinilai Pemborosan Anggaran, Benarkah Sekadar Seremonial Perpisahan Ridwan Kamil?

Oleh: Mildan Abdalloh Minggu 03 Sep 2023, 17:57 WIB
West Java Festival 2023


BANDUNG, AYOJAKARTA.COM --  Dewan Daerah Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Nandang Suherman menilai, West Java Festival (WJF) 2023 merupakan pemborosan anggaran hanya untuk sekadar seremonial perpisahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Nandang menilai, WJF 2023 yang digelar meriah ini merupakan tindakan kekanak-kanakan dan penghamburan anggaran. Apalagi kata dia, gelaran event tahunan semenjak kepemimpinan Ridwan Kamil tersebut lebih meriah dari biasanya.

Sekadar informasi, West Java Festival merupakan event tahunan sejak 2019. Namun gelaran tahun ini dinilai paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini event tersebut menghadirkan pelbagai artis, mulai dari band Gigi hingga JKT48.

Baca Juga: Mengenal Kepribadian Seseorang dari Ucapan, Hati-hati dengan Orang yang Suka Mengatakan Kalimat Ini

"Menurut bahasa anak zaman dulu. Oces teuing (terlalu kekanak-kanakan) di penghujung jabatan (Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar), menggelar event besar mengundang artis di tengah suasana kemarau seperti sekarang," ujar Nandang, Minggu, 3 September 2023.

Saat ini, kata Nandang, masyarakat di pinggiran dalam suasana sedang tidak baik, dampak kemarau panjang. Ditambah fenomena elnino masyarakat sedang kesusahan air. Bahkan, pertanian banyak gagal panen, termasuk belum sepenuhnya bangkit dari pandemi Covid-19.

"Orang kampung sangat berkeluh kesah, pertanian gagal, pekerjaan sulit. Menggelar event seperti itu tidak meraba suasana hati orang kampung yang notabene memiliki hak sama mendapat kebahagiaan, menikmati apa yang Gubernur Jabar nikmati di penghujung jabatannya," paparnya.

Tak hanya itu, Nandang memandang gelaran West Java Festival 2023 tersebut tidak memiliki esensi yang jelas, selain prosesi perpisahan Gubernur Jabar di penghujung jabatannya.

Baca Juga: Cara Membersihkan WhatsApp agar Lebih Ringan Tanpa Menghapus Chat

"Itu lebih banyak hanya menyalurkan hasrat sesaat, menegaskan Ridwan Kamil kalau perpisahannya ingin direspons publik dalam suasana riang gembira. Tapi kenyataannya, masyarakat pinggiran saat ini sedang dalam suasana sulit," katanya.

Nandang menyebut, anggaran yang dikeluarkan untuk menggelar event West Java Festival 2023 yang menghadirkan artis pasti tidaklah sedikit. Anggaran milik rakyat tersebut akan lebih berguna apabila digunakan untuk kepentingan pembangunan yang belum dilakukan Ridwan Kamil.

"Apalagi itu didanai dengan dana publik, jadi kurang pas," katanya.

Kalaupun ada efek domino yang diklaim perputaran uang dengan adanya event WJF 2023 yang mencapai Rp35 miliar. Namun hal tersebut hanya dinikmati oleh sebagian kecil warga Jabar. Bahkan perputaran uang tersebut sebagian besar berada di kalangan masyarakat papan atas.

Sementara itu, kalangan masyarakat dengan ekonomi rendah, terlebih masyarakat pinggiran, tidak menikmati perputaran uang yang diklaim mencapai Rp 35 miliar tersebut.

Baca Juga: KTP Dipakai Orang Lain untuk Pinjol Apa yang Harus Dilakukan? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya

"Bagus kalau ada efek domino berupa perputaran uang. Tapi kalau seperti itu, kenapa hanya dipusatkan di ibu kota provinsi. Itu event tahunan, harusnya kalau bisa meningkatkan ekonomi, digilir dari sejak awal ada West Java Festival. Beri juga keuntungan bagi daerah selain ibu kota Provinsi Jawa Barat, agar daerah lain juga menikmati," imbuhnya.

Seharusnya kata Nandang, jika Ridwan Kamil ingin disebut sebagai pememimpin yang adil, tidak perlu menggelar West Java Festival 2023 dengan besar-besaran di tengah kondisi masyarakat yang dalam ancaman bencana kekeringan dan kesulitan ekonomi.***

Reporter Mildan Abdalloh
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil