AYOJAKARTA.COM - Isu menduetkan bacapres Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan kini tengah santer diperbincangkan.
Kabar duet antara Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tersebut datang dari Ketua DPP PDIP Said Abdullah.
Said Abdullah mengungkapkan keinginannya untuk memasangkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: 5 Sifat Unik dan Karakter Orang yang Lahir di Bulan September!
Pada pernyataannya, Said menyampaikan bahwa Anies Baswedan memiliki sejumlah faktor yang dianggapnya pantas untuk berduet dengan Ganjar.
Ramainya isu duet tersebut membuat parpol pengusung Anies Baswedan ikut buka suara.
Partai Demokrat sendiri mengaku bahwa pihaknya belum mendengar secara langsung wacana duet antara Ganjar dengan Anies.
Menurut Demokrat, keduanya memiliki arah tujuan berbeda dalam membangun bangsa Indonesia di masa depan.
"Mas Anies, mas Ganjar juga mas AHY ini kan merupakan tokoh-tokoh nasional yang sangatlah pantas dan layak untuk memimpin negeri ini kedepannya," ujar Herzaky Mahendra Putra, Kepala Bakomstra Partai Demokrat seperti dilansir dari kanal YouTube Kompas TV.
Baca Juga: 6 Tanda Seseorang Merupakan Kerapat atau Teman Palsu, Tersenyum di Depan Menjelekkan di Belakang
"Hanya saja kita tahu saat ini kami ya Demokrat bersama Koalisi Perubahan sudah memiliki jalan sendiri, sedangkan mas Ganjar juga sudah memiliki jalannya sendiri," lanjutnya.
Herzaky juga menambahkan bahwa jika saat ini mungkin belum bisa berkolaborasi maka tidak menutup kedepannya bisa bersinergi bersama untuk menuju Indonesia yang lebih baik.
Senada dengan partai satu koalisinya, NasDem juga ikut menanggapi secara santai isu wacana duet antara Ganjar dan bacapres yang diusungnya, Anies Baswedan.
Mewakili partai NasDem, Sekjen Hermawi Taslim menyampaikan bahwa pihaknya Siak menerima jika akan diadakan dialog terbuka dengan pihak manapun.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Kepribadian Orang yang Suka Warna Hijau Menurut Psikologi!
NasDem juga menyatakan dengan tegas bahwa hingga saat ini, kondisi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) masih tetap solid.
"Sah-sah saja, orang bermimpi itu kan bebas. Tapi kalau itu dijadikan wacana, kami pikir wacana itu harus didalami bersama-sama. Dan untuk itu, NasDem sebagai bagian dari koalisi Anies, itu senantiasa terbuka untuk dialog," terang Hermawi.
"Kami masih solid tergabung dalam Koalisi Perubahan, NasDem, Partai Demokrat dan PKS," tegasnya.***