AYOJAKARTA.COM – Calon Presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan kembali mengunjungi tanah Minang.
Kunjungan Anies Baswedan ke kota Padang, Sumatera Barat dilakukan usai sebelumnya menghadiri acara jalan sehat yang diadakan di Kota Bandung, Jawa Barat.
Kedatangan Anies Baswedan mengikuti acara pelantikan pengurus DPW Partai Nasdem mendapat sambutan meriah warga Kota Padang.
Dalam kunjungan tersebut, di hadapan ribuan peserta Anies sempat menyampaikan pandangannya tentang tokoh perempuan asal Minangkabau.
Menurut Anies, Hj. Rangkayo Rasuna Said serta Rahma El Yunusiyah merupakan dua sosok perempuan yang memiliki pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.
“Di Jakarta ada dua jalan amat besar, melintang utara-selatan, satu Jenderal Sudirman, yang kedua namanya Hj. Rangkayo Rasuna Said,” ujar Anies.
Jalan kedua yang disebut Anies, kemudian lebih dikenal oleh masyarakat di kota Jakarta dengan sebutan Kawasan Kuningan.
Pada pidatonya, Anies menambahkan Rasuna Said merupakan sosok perempuan yang membuat bangsa Belanda kuatir.
“Dan Rasuna Said ini adalah perempuan pertama yang kena speak delik, Belanda sampai memberikan speak delik atau larangan berbicara,” imbuh Anies.
Dalam pidatonya Anies juga menyebut alasan pemerintah Belanda yang memberikan speak delik kepada HR Rasuna Said.
“Karena kalau dia berbicara, dia akan menggerakkan orang untuk melawan Belanda,” jelas Anies di hadapan peserta pelantikan.
Selain HR Rasuna Said, Anies juga mengingatkan tentang sosok perempuan hebat lainnya yang membawa pengaruh besar bagi bangsa.
“Tapi yang lebih dahsyat, yang sering terlewatkan adalah gurunya, gurunya adalah Rahma El Yunusiyah,”
Anies menyayangkan sosok Rahma yang dinilainya dahsyat namun terlewatkan oleh generasi saat ini.
Baca Juga: Ini yang akan Dilakukan Anies Baswedan Selama di Padang Usai Terbang dari Bandung
Anies menambahkan dalam pidatonya, Rahma El Yunusiyah merupakan sosok perempuan asal Minang yang berjasa besar bagi dunia pendidikan.
“Dia membuka program perempuan pertama yang kemudian berdampak pada perubahan pendidikan di seluruh dunia Islam,” jelas Anies.
Dengan pengaruh besarnya tersebut, tidak mengherankan apabila kemudian Rahma El Yunusiyah membawa pengaruh besar bagi dunia pendidikan.
Terkait dengan peran besar yang dilakukan untuk dunia pendidikan, Anies menilai untuk secepatnya menyematkan gelar khusus bagi Rahma.
“Sudah saatnya Rahma El Yunusiyah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” ungkap Anies yang disambut meriah peserta pelantikan.
Lebih lanjut Anies menyayangkan adanya perbedaan gelar antara HR Rasuna Said yang merupakan murid Rahma El Yunusiyah.
“Muridnya diakui, gurunya terlewatkan,” pungkas Anies seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 7 Agustus 2023 dari kanal Youtube Kompas TV.