Nasional

Inilah Tradisi Unik Sambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Sejumlah Daerah, Ada yang Sampai Saling Menyerang

Oleh: Karseno AJ Minggu 06 Agu 2023, 09:46 WIB
Inilah Tradisi Unik Sambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Sejumlah Daerah, ada yang Sampai Saling Menyerang

AYOJAKARTA.COM -- Setiap memasuki bulan Agustus, hampir di semua daerah di Indonesia mulai sibuk menyambut datangnya hari kemerdekaan.

Selain ornamen merah-putih yang menjadi ciri khas hari kemerdekaan, kehadiran bulan Agustus juga disambut dengan beragam tradisi.

Berikut ini merupakan tradisi unik di sejumlah daerah di Indonesia dalam menyambut datangnya hari kemerdekaan Indonesia atau acara 17 Agustusan.

Baca Juga: Perkiraan Total Biaya Kuliah Kedokteran sampai Lulus

Pertama, dalam menyambut datangnya hari kemerdekaan, masyarakat Aceh kerap menggelar acara yang bernama Pacu Kude atau tradisi pacuan kuda.

Dalam tradisi ini, penunggang kuda atau Joki yang berusia antara 12 sampai 20 tahun ini tidak dilengkapi dengan pelana atau tempat duduk.

Tradisi Pacu Kude merupakan salah satu tradisi lawas yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, yang biasanya digelar untuk menyambut panen raya.

Pada tahun 195, tradisi Pacu Kude kemudian lebih banyak diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Baca Juga: SPN Ubah Dukungan dari Ganjar Pranowo ke Anies Baswedan, Sudirman Said: Saya Kira Sudah Terbukti

Berbeda dengan rakyat Aceh yang memiliki tradisi Pacu Kude, masyarakat Banjarmasin memiliki tradisi Lomba Dayung.

Setiap menjelang bulan Agustus, masyarakat di Kalimantan Selatan akan membentuk tim untuk menjadi peserta lomba dayung.

Dalam kegiatan yang sudah ada sejak tahun 1924 ini, setiap perahu biasanya akan diisi oleh pendayung yang jumlahnya bisa mencapai 12 orang.

Ketiga, jika di Banjarmasin terdapat tradisi Lomba Dayung, maka masyarakat Batam juga mengenal tradisi Sampan Layar.

Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Mahasiswanya Banyak Drop Out, Waduh Kenapa?

Dalam lomba Sampan Layar yang biasanya digelar di kepulauan Riau ini, setiap peserta akan menempuh jarak sepanjang 5 kilometer.

Salah satu hal penambah daya tarik tradisi Sampan Layar ini adalah warna layar dari para peserta yang warnanya beraneka ragam.

Tradisi unik dalam rangka menyambut datangnya hari kemerdekaan juga diadakan oleh masyarakat di Pulau Lombok.

Setiap bulan Agustus, masyarakat Lombok menggelar acara Presean yang merupakan ajang adu maskulinitas peserta.

Baca Juga: Cara Mudah Blokir Kontak WhatsApp Tanpa Ketahuan dan Ceklis Satu, Aktifkan Saja Settingan Ini

Dimana masyarakat suku Sasak di Nusa Tenggara Barat ini akan beradu skill secara terbuka dengan menggunakan tameng dari kulit sapi serta senjata berupa kayu rotan.

Meski terbilang cukup ekstrim dan berbahaya, tradisi ini merupakan ujian akan sifat ksatria dan kelihaian masyarakat Lombok.

Tradisi unik menyambut hari kemerdekaan juga dimiliki oleh masyarakat Semarang dengan menggelar acara Estafet Obor.

Tradisi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini biasanya dilakukan pada malam hari, sebagai simbol perjuangan para pahlawan.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah 'Tersantai' di Indonesia, Paling Cepat Lulus dan Gak Ada Rumus-rumus

Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 6 Agustus 2023 dari kanal Youtube Mata Milenial Indonesia TV. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil