AYOJAKARTA.COM -- Panggung politik Tanah Air kembali diramaikan dengan munculnya nama-nama potensial untuk mendampingi Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Meski elektabilitas Anies masih cukup rendah sejauh ini, namun kehadiran Susi dianggap sebagai energi perubahan yang dibutuhkan.
Tetapi, mengapa Susi Pudjiastuti yang akhirnya dikaitkan dengan Anies Baswedan?
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Susi Pudjiastuti sebagai sosok pendobrak yang potensial untuk menjadi pendamping Anies Baswedan. Anies membutuhkan wakil yang tidak hanya sebagai "ban serep," melainkan juga mampu memberikan kontribusi elektoral signifikan mengingat elektabilitasnya yang masih kalah dibandingkan pesaing utamanya, seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Ahmad Khoirul Umam, Direktur Eksekutif Indostrategic, menambahkan bahwa cawapres yang tepat harus memiliki corak politik nasionalis, mengingat Anies telah terkotak sebagai representasi kekuatan politik Islam. Dalam konteks ini, Susi Pudjiastuti dianggap sebagai figur yang sesuai dengan kriteria tersebut.
Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan terlibat dalam dunia politik, Susi menegaskan bahwa dirinya belum berminat. Meskipun begitu, namanya tetap muncul sebagai salah satu calon potensial yang bisa mendampingi Anies.
Sebelumnya, beberapa nama dari luar Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), seperti Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, Andika Perkasa, hingga Yenny Wahid, juga muncul sebagai bakal cawapres untuk Anies Baswedan. Dari internal koalisi sendiri, muncul nama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan Ahmad Heryawan (Aher) sebagai calon potensial.
Tidak hanya dari kalangan PKS, namun dukungan untuk Susi Pudjiastuti juga muncul dari partai koalisi lainnya. Partai Nasdem menyebut bahwa Susi memenuhi kriteria sebagai bakal cawapres mengingat pengalamannya sebagai mantan Menteri Pendidikan.
Baca Juga: Tanggapi Soal Prabowo-Ganjar Mesra dengan Jokowi, Anies Baswedan Akui Tidak Iri: Malah Ngrepotin
Sementara itu, Demokrat melalui Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Andi Arief, menyatakan bahwa partainya tidak mempermasalahkan munculnya nama Susi sebagai salah satu kandidat cawapres Anies.
Meski demikian, sebagaimana dilaporkan suara.com, PKS dan Nasdem menyanggah bahwa Susi Pudjiastuti sudah pasti jadi pendamping Anies di Pilpres 2024. Kabar tersebut sejauh ini barulah sebatas isu politis.