AYOJAKARTA.COM -- Sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan diketahui sempat menjadi salah satu tim pemenangan Jokowi.
Seiring berjalannya waktu, nama Anies Baswedan termasuk sebagai salah satu menteri yang ikut mengalami pergantian atau reshuffle kabinet.
Dicopotnya nama Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian melahirkan banyak pendapat di kalangan masyarakat.
Baca Juga: 5 Tanda Orang Sukses Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari
Usai menuntaskan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta, nama Anies kembali mencuat ke panggung politik tanah air.
Pencalonannya sebagai calon presiden yang diprakarsai oleh Partai Nasdem, ikut melahirkan lahirnya koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Saat kontestasi pemilihan presiden mulai berproses, alasan pencopotan Anies sebagai Mendikbud kemudian mencuat.
Dalam salah satu acara siniar bersama Andy F Noya, Anies sempat dimintai pendapat mengenai serah-terima Tongkat Pusaka milik Pangeran Diponegoro.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah yang Banyak Lolos Jadi CPNS, Adakah Jurusanmu?
Tanpa beban Anies-pun dengan lantang menceritakan kembali peristiwa yang terjadi dibalik serah-terima pusaka Indonesia yang sebelumnya dikuasai Bangsa Belanda.
“Iya, kemarin gara-gara ditanya sama Bang Andy Noya, jadi ramai,” ujar Anies ketika dimintai keterangan terkait pusaka.
Dalam keterangan ulangnya, Anies menjelaskan bahwa tongkat komando tersebut merupakan benda bersejarah yang banyak diincar para kolektor.
“Karena itu mereka sangat berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan lokasinya,” jelas Anies seperti dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 29 Juli 2023 dari kanal Youtube Anies Baswedan.
Baca Juga: Ini 5 Tanda Kamu Bahagia Dilihat dari Rutinitas Sehari-hari, Salah Satunya Rajin Buang Sampah
Lebih lanjut, Anies menjelaskan kronologi lahirnya agenda untuk serah-terima tongkat komando milik Pangeran Diponegoro yang disebut Cokro.
Di tahun 2014, pemerintah Belanda berencana mengembalikan kembali Cokro Pangeran Diponegoro untuk selanjutnya disimpan pemerintah Indonesia.
Mengingat sangat pentingnya pusaka bersejarah tersebut, pemerintah Belanda memilih untuk menjadikan acara serah-terima tersebut sebagai operasi rahasia.
“Ketika datang ke sini, penerbangannya, siapa yang bawa, dan persisnya kapan, kita semua nggak tahu,” tambahnya.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari yang Bisa Kamu Tiru
Karena ketika serah-terima Presiden Joko Widodo tengah kunjungan ke Filipina, maka Anies mewakili untuk serah-terima tersebut.
“Tongkatnya memang bagus, kayu tua sudah berumur 200 tahun lebih, ada semacam metal di bagian atas cakranya,” jelas Anies.
Setelah menerima tongkat komando pusaka milik Pangeran Diponegoro dari pemerintah Belanda, Anies memberikan pernyataan.
“Atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia, kami terima tongkat ini dan kami akan rawat, kami jadikan ini sebagai sebuah artefak bersejarah,” kenangnya.
Anies menambahkan, akan menjadikan tongkat tersebut sebagai pusaka yang bisa dilihat semua anak bangsa, lintas waktu.