Nasional

Jatuh pada 23 Juli, Inilah Sejarah Lahir hingga Alasan di Balik Hari Tanpa Tayangan Televisi

Oleh: Karseno AJ Minggu 23 Jul 2023, 13:32 WIB
Jatuh pada 23 Juli, Inilah Sejarah Lahir hingga Alasan di Balik Hari Tanpa Tayangan Televisi

AYOJAKARTA.COM -- Bagi masyarakat kota, pesawat televisi merupakan salah satu benda yang nyaris selalu ada di setiap bangunan rumah.

Meski teknologi dan kecanggihan yang ditawarkan televisi sangat bervariasi, namun fungsi utama sebagai sarana hiburan dan informasi tentu saja dimiliki.

Seiring dengan perkembangan zaman, televisi bukan semata tentang siaran hiburan tetapi juga akses tanpa batas ke dunia digital.

Baca Juga: Kamu Orang yang Tulus dan Rendah Hati, 5 Ciri Ini Membuktikannya

Dalam sejarahnya, televisi merupakan hasil pengembangan temuan Heinrich Rudolf Hertz serta Michael Faraday dan Joseph Hendry.

Hertz adalah ilmuwan yang pertama kali mendeteksi gelombang elektromagnetik yang ada dalam gelombang radio.

Karena itulah dalam perkembangannya, gelombang radio kemudian dikenal dengan istilah frekuensi Hertz.

Hasil penemuan yang dilakukan Hertz, oleh Michael Faraday dan Joseph Henry kemudian dikembangkan sebagai salah satu bentuk perangkat komunikasi berbasis kabel.

Baca Juga: 6 Tanda Kamu akan Sukses Dilihat dari Apa yang Paling Sering Kamu Lakukan

Sampai kemudian di tahun 1927, ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat yang bernama Fulkaler Farnsworth mengembangkan televisi modern pertama di dunia.

Dengan memakai tabung, Fulkaler menggagas tentang proses mengubah gambar menjadi suatu tayangan.

Pada 11 Mei 1939, perkembangan televisi mengawali perkembangan pesat setelah pemancar televisi dioperasikan untuk pertama kalinya di kota Berlin, Jerman.

Sejak itu, warga dunia mulai mengenal peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain hanya dengan melihatnya melalui tabung televisi.

Baca Juga: 6 Tanda Kamu Punya Cara Sendiri dalam Menghadapi Masalah

Pada akhir perang dunia kedua tepatnya di tahun 1940-an, televisi yang memadukan tampilan gambar dengan suara mulai mengambil alih peran radio.

Di tahun 1962, stasiun Televisi Republik Indonesia atau TVRI hadir untuk pertama kalinya sebagai corong informasi bagi bangsa Indonesia.

Sejak tahun 1966, ketika pemancar televisi sudah berhasil memadukan gambar berwarna dan audio, perkembangan televisi semakin menjadi.

Melalui tambahan alat berupa Video Cassette Recorder atau VCR yang berkembang di tahun 1970, peran televisi mulai menjadi salah satu sumber hiburan masyarakat.

Baca Juga: Cara WhatsApp Terlihat Offline dari Semua Kontak Meski Lagi Buka Aplikasi

Era televisi berlangganan atau era dekoder yang terjadi di Indonesia pada tahun 1980-an, menjadi momentum awal televisi sebagai berhala sosial.

Perkembangan stasiun televisi yang menghadirkan tayangan beragam menjadikan masyarakat semakin melekat dengan televisi sebagai perangkat.

Anggapan televisi sebagai sumber sarana hiburan dan informasi tersebut semakin membuat masyarakat menjadi makhluk pribadi yang minim dengan hubungan sosial.

Karena menyadari peran manusia sebagai makhluk sosial, maka Hari Tanpa Tayangan Televisi kemudian diperkenalkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Contoh Susunan Panitia 17 Agustus Tingkat RT untuk Memeriahkan Kemerdekaan Indonesia

Melalui Hari Tanpa Tayangan Televisi yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, setiap orang kembali diingatkan akan pentingnya berbaur dan berhubungan sosial sesama manusia.

Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 23 Juli 2023 dari berbagai sumber. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil