AYOJAKARTA.COM – Kampanye merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh bakal Capres Anies Baswedan untuk mendapatkan suara dukungan.
Namun nyatanya gaya kampanye yang dilakukan oleh Anies Baswedan justru sempat membuat elektabilitasnya merosot.
Kemerosotan elektabilitas Anies Baswedan yang dinilai disebabkan karena gaya kampanyenya ini disampaikan oleh Analis Politik M. Tri Andika.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Orang yang Pilih-Pilih Teman, Ternyata Memiliki Ciri Ini
Anies Baswedan merupakan salah satu bakal Capres yang pidatonya paling mendapat sorotan oleh masyarakat karena kerap kali mengandung kritikan pedas untuk pemerintah.
Maka dari itu ketika Anies Baswedan mengubah metode atau gaya pidatonya, hal ini langsung disadari oleh masyarakat.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (19/7/2023), M. Tri Andika melihat dalam dua bulan terakhir ada kemerosotan elektabilitas Anies Baswedan yang disebabkan oleh metode kampanye yang ekspresif.
“Dengan menggunakan metode kampanye yang agak lebih ekspresif, kritiknya lebih terbuka itu justru membuat elektabilitas Pak Anies Baswedan agak merosot sedikit kemarin,” ujar M. Tri Andika.
Baca Juga: Mau Punya Plat Nomor Unik? Ini Jumlah Biaya yang Dibutuhkan
Dari hal tersebut pihak Anies Baswedan menyadari dampak dari gaya kampanye tersebut oleh karena itu pihak Anies melakukan evaluasi dan merubah gaya kampanye.
Oleh karena itu Anies Baswedan merubah gaya kampanyenya menjadi lebih lembut, salah satunya adalah dengan menyelipkan doa-doa dalam pidatonya.
Hal ini sudah dilakukan oleh Anies Baswedan pada Apel Siaga Partai Nasdem yang dilaksanakan pada Minggu (16/7/2023).
M. Tri Andika menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia didominasi oleh kelompok tengah, yaitu orang-orang yang tidak terlalu religius dan tidak terlalu nasionalis.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana Ini Bikin Wanita Jadi Terlihat Berkelas, Kamu Sudah Terapkan Belum?
Kelompok ini juga tidak suka berkonflik, oleh karena itu kampanye dengan gaya yang lebih lembut lebih disukai.
“Narasi-narasi, model-model kampanye yang halus, yang dikemas dengan doa itu juga bagian dari strategi Pak Anies untuk bisa mendapatkan (suara) kelompok tengah,” ujar M. Tri Andika.
Di samping itu gaya pidato Anies Baswedan yang terasa lebih lembut, dinilai oleh M. Tri Andika karena pada acara tersebut Nasdem telah dilantik menjadi partai politik yang menjadi bagian dari pemerintahan.
Sehingga Anies Baswedan ingin menghormati pelantikan tersebut dan menjadi kurang pas jika Anies Baswedan menyampaikan pidato dengan ekspresif.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana Ini Bikin Wanita Jadi Terlihat Berkelas, Kamu Sudah Terapkan Belum?
M. Tri Andika mengamati sikap Anies Baswedan yang sangat berbeda dengan pidatonya ketika hadir di acara PKS.
Karena pada pidato Anies Baswedan di acara PKS sebelumnya lebih terbuka memberikan kritik mengenai ekonomi, infrastruktur Indonesia dan lainnya.***