AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto, belum lama ini disebut menjadi sosok yang cocok memimpin Indonesia.
Bukan tanpa sebab, Prabowo Subianto dianggap memiliki kehandalan dan kemampuan untuk memimpin Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh politisi dari PDI Perjuangan, yakni Effendi Simbolon.
“Saya secara jujur berharap Indonesia dinahkodai oleh pemimpin yang punya kehandalan. Otherwise kita akan menjadi porak poranda,” kata Effendi Simbolon, dikutip AyoJakarta.com dari siaran MetroTV pada Minggu, 9 Juli 2023.
Baca Juga: Jadi Menhan hingga Berada di Lingkaran Jokowi Jadi Nilai Tambah Pencapresan Prabowo Subianto
Effendi Simbolon menjelaskan Prabowo sempat mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak aset.
Sayangnya, menurutnya, Indonesia belum mampu mengoptimalkan aset-aset besar yang dimiliki agar menjadi suatu hal yang bermanfaat.
“Negara yang tadi disampaikan oleh Pak Prabowo begitu besarnya aset bangsa, aset negara, aktiva negara, tapi kemudian kita tidak mampu mengoptimalkan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tidak ada lagi yang kemudian kita, stunting, kemiskinan, dan seterusnya,” ujarnya.
Menurut Effendi, negara-negara yang tidak mempunyai aset sumber daya alam bisa menjadi negeri yang maju.
Baca Juga: Kalah Berkali-kali dari Presiden Jokowi, Prabowo Subianto: Ya Tidak Puaslah
Sehingga, Effendi melihat dengan aset yang dimiliki saat ini, maka Indonesia bisa maju apabila dipimpin oleh sosok yang tepat.
Effendi pun menyebut bahwa sosok pemimpin yang handal tersebut ada dalam diri Prabowo.
“Negara yang tidak punya aset aktiva yang berupa aset sumber daya alam saja bisa maju, Korea Selatan, Jepang, dan seterusnya. Apalagi kita yang punya modal aktiva yang sangat besar. Saya kira kita bisa membaca lah secara jujur, secara objektif, saya melihat figur itu ada di Pak Prabowo,” sebutnya.
Meski begitu, Effendi tidak ingin membandingkan Prabowo dengan capres yang diusung partainya, yakni Ganjar Pranowo.
Effendi berujar bahwa Ganjar merupakan capres yang sudah diusung PDI Perjuangan sehingga ia harus satu suara dengan PDI Perjuangan.
“Saya nggak ingin membanding-bandingkan, kan Pak Ganjar sudah diputuskan oleh Ketua Umum kami, tentu saya harus patuh kepada itu,” tutupnya.***