Nasional

256 Rekening Milik Panji Gumilang Diambil PPATK, Begini Penjelasan Mahfud MD

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 06 Jul 2023, 15:33 WIB
256 Rekening Milik Panji Gumilang Diambil PPATK, Begini Penjelasan Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD buka suara terkait rekening milik Panji Gumilang.

Mahfud MD menyampaikan bahwa Panji Gumilang memiliki ratusan nomor rekening yang dibuat dengan nama-nama yang berbeda.

Diketahui, Panji Gumilang memiliki 6 nama berbeda yang digunakan untuk membuat rekening.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah yang Paling Sulit untuk Dapat Pekerjaan di Perusahaan, Kenali Dulu Sebelum Menyesal

“256 rekening atas Abu Toto Panji Gumilang, Abdussalam Panji Gumilang, nama dia tuh 6. Ada Abu Toto, Panji Gumilang, Abdussalam, pokoknya 6,” kata Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Kamis (6/7/2023).

Mahfud menjelaskan bahwa Panji Gumilang memiliki rekening atas nama pribadinya sebanyak 256.

Kemudian, Mahfud juga menyebut Panji Gumilang juga mempunyai 33 rekening atas nama institusi.

Sehingga apabila ditotalkan, ada 289 rekening yang dimiliki oleh Panji Gumilang.

Baca Juga: Bukan Bansos Reguler PKH-BPNT yang akan Diterima Pemilik Kartu KIS PBI, Tetapi Bantuan Semacam Ini

“Dan dari situ semua ada 256 rekening atas nama dia dan 33 rekening atas nama institusi, jadi 289,” jelasnya.

Lebih jauh, Mahfud menuturkan bahwa saat ini rekening milik Panji Gumilang sedang dianalisis oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam hal ini, PPATK melakukan analisis untuk mengetahui apakah ada transaksi pencucian uang atau tidak.

Mahfud menerangkan apabila dalam rekening Panji Gumilang agak mencurigakan, maka PPATK akan langsung bertindak dengan mengambil rekening tersebut.

Baca Juga: 6 Tanda Kamu Orang yang Punya Positive Vibes, Pancarkan Aura Positif Tulus dari Hati Tanpa Dibuat-buat

“Ini sekarang sedang dianalisis dari sudut PPATK, apakah ada pencucian uang atau tidak, nanti secepatnya,” tuturnya.

“Kalau agak mencurigakan makanya diambil oleh PPATK. Sekarang sedang diambil oleh PPATK. Agak mencurigakan,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil