AYOJAKARTA.COM -- Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang diketahui memiliki ratusan rekening bank. Menyikapi hal ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bergerak cepat dengan membekukan ratusan rekening tersebut demi proses analisis.
"Ya (dibekukan) untuk kepentingan analisis," ujar Ketua PPATK Ivan Yustiavandana Dikutip dari Suara.com, Rabu (5/7/2023).
PPATK, kata Ivan, saat ini sedang melakukan pendalaman terkait berbagai dugaan tindak pidana, termasuk adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam ratusan rekening Panji Gumilang.
"Kita dalami semua," kata Ivan.
Baca Juga: 6 Tanda Ternyata Banyak Orang yang Bergantung Sama Kamu
Kendati demikian, Ivan belum mau memberikan rincian detail berapa total jumlah rekening Panji Gumilang yang dibekukan. Termasuk besara nilai atas jugaa transaksi mencurigakan tersebut.
"Kami melaksanakan tugas dan kewenangan kami sesuai UU Nomor 8 Rahun 2010, ya," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan transaksi mencurigakan di 256 rekening bank milik Panji Gumilang.
Jawaban ini terlontar saat Mahfud MD saat menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya indikasi transaksi mencurigakan di rekening Panji Gumilang.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Orang Sukses Sebelum Berangkat Kerja, Mau Ikut Coba?
"Agak mencurigakan," kata Mahfud, Rabu (5/7/2023).
Oleh karena itu, Mahfud mengatakan PPATK disebut sedang mendalami dugaan TPPU dalam 256 rekening bank milik Panji Gumilang.
"Kalau agak transaksi mencurigakan makannya diambil oleh PPATK, sekarang sedang diambil oleh PPATK. Sekarang sedang dianalisis dari sudut PPATK, apakah ada pencucian uang atau tidak, secepatnya," jelas Mahfud.
Sementara itu, Mahfud menyampaikan, Panji Gumilang diketahui setidaknya memiliki 256 rekening bank dengan 6 nama yang berbeda.
"Ya, memang 256 rekening atas nama Abu Toto Panji Gumilang, Abdussalam Panji Gumilang. Nama dia itu enam, ada Abu Toto, Panji Gumilang, Abdusalam, pokoknya enam lah," ujar Mahfud.