AYOJAKARTA.COM -- Bacapres sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merasa heran dirinya mendapat bullyan atau hujatan usai menelpon Pj Gubernur DKI dan Sekda Jakarta.
Diketahui bahwa Ganjar Pranowo sempat menelpon Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono saat blusukan di pasar daerah Jakarta Utara.
Ganjar Pranowo mendengar keluhan warga yang berjualan di Pasar Anyar Bahari, Jakarta Utara.
Pedagang di Pasar Anyar Bahari mengeluhkan besarnya biaya retribusi bulanan kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Dilansir dari YouTube Kompastv pada Minggu. 25 Juni 2023, Gubernur Jawa Tengah itu menanggapi keluhan dari masyarakat.
Kemudian Ganjar tiba-tiba mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
“Halo pak gubernur. Ini pak saya mau sampaikan keluhan pedagang yang ada di pasar Anyar Bahari," sapa Ganjar menelepon Penjabat Gubernur DKI.
Namun Heru Budi sedang berada dalam suatu acara sehingga tidak dapat berbincang lama dengannya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Prediksi Pilpres 2024 Hanya Akan Diikuti 2 Calon, Siapa yang Gugur?
Kemudian, bacapres dari PDI P ini menelpon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus untuk menyampaikan keluhan warga tersebut.
"Mas Joko, Ini saya lagi di Pasar Anyar Bahari, permasalahan pertama mereka kepingin pembayaran retribusi itu berat boleh enggak diringanin," tanya Ganjar.
"Nggeh (Iya),” jawab Joko.
Atas aksinya yang kemudian viral di media sosial rupanya ia pun malah mendapat hujatan dari warganet.
Ia merasa heran kenapa dibully, padahal dirinya telah mengenal Pj Gubernur DKI dan Sekda Jakarta.
“Saya telepon Pak Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal,” kata Ganjar.
“Terus di upload, tapi kok dibully ya. Padahal kita ingin menyampaikan saja,” lanjutnya.
Menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, namun menjadi sensi ketika menjelang pemilu.
“kami juga sering ditelponi kepala daerah, itu sesuatu yang biasa, tapi menjadi sensi ketika ada kontestasi, selalu saja,” katanya.***(Linda Wati)