Nasional

BMKG: Zona Subduksi Jadi Penyebab Gempa Yogyakarta Tengah Malam Tadi, 29 Kali Guncangan Susulan Terjadi

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Kamis 08 Jun 2023, 06:15 WIB
Gempa Guncang DIY-Jatim, Kamis 8 Juni 2023 dini hari tadi

AYOJAKARTA.COM--Guncangan gempa cukup besar dengan skala magnitudo M 6,0 dirasakan warga Kota Yogyakarta pada Kamis 08 Jun 2023 00:04:55 WIB tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan hasil analisis pihak BMKG gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8.

Lokasi pusat guncangan gempa bumi terletak pada koordinat 9,15° LS ; 110,64° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 117 Km arah Selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta atau 117 Barat Daya Pacitan, Jatim pada kedalaman 10 km.

Daryono (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG) menyampaikan melalui akun Twitternya bahwa penyebab gempa dengan kekuatan cukup besar ini adalah aktivitas zona subduksi Lempeng Indo-Australia dibawah Lempeng Eurasia.

Baca Juga: Gempa M 6.0 Guncang Pacitan Jawa Timur, Terasa hingga ke Yogyakarta dan Banjarnegara

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa M5,8 yg terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme naik (thrust fault )," tulis Daryono melalui akun Twitternya @DaryonoBMKG (8/6/2023).

Gempa bumi ini dirasakan di banyak tempat di wilayah Yogyakarta hingga ke Karangkates Kabupaten Malang hingga Demak di wilayah Utara.

Guncangan gempa di Yogyakarta dirasakan dengan skala intensitas IV-V MMI yang dapat digambarkan seperti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Baca Juga: Pacitan Kembali Diguncang Gempa Susulan M 3.4 dan M 3.5, Warganet Sempat Tak Berani Tidur Kembali

Kemudian di daerah Ponorogo, Wonogiri, Solo, Madiun, Nganjuk, Blitar, Karangkates dengan skala intensitas III-IV MMI yang dapat digambarkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Beberapa wilayah di Utara Yogyakarta seperti Banjarnegara, Semarang, Kendal, Jepara juga merasakan guncangannya dengan skala intensitas III MMI yang dapat digambarkan seperti getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

Baca Juga: Gempa M 5,1 Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa hingga Pelabuhan Ratu, Tidak Berpotensi Tsunami

Selain itu wilayah Demak juga merasakannya namun dengan skala intensitas II yang dapat digambarkan seperti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Daryono menambahkan melalui akun Twitternya bahwa usai guncangan besar dengan skala M 5,8 terjadi gempa susulan sebanyak 29 kali hingga pukul 02.30 WIB.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Kiki Dian Sunarwati