AYOJAKARTA.COM –- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapan terkait kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan oleh Anies Baswedan.
Seperti yang diketahui, belum lama ini Anies Baswedan sempat membeberkan sejumlah kekhawatiran yang ia dengar, salah satunya mengenai penjegalan.
Mengenai kekhawatiran penjegalan yang disampaikan oleh Anies Baswedan, Mahfud MD membantah jika pemerintah menjegal salah satu calon presiden (capres).
“Itu bagian dari perlombaan dari kontestasi politik yang mengatakan ini dijegal, mungkin biar pendukungnya muncul. Atau mungkin biar yang milih sedikit,” kata Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (4/6/2023).
Mahfud memastikan bahwa pemerintah tidak akan menjegal siapa pun yang akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu justru menyebut bahwa pemerintah mempersilakan tokoh politik yang ingin maju dalam Pilpres 2024.
Bahkan Mahfud menjelaskan bahwa ia memberikan pesan kepada Anies agar ia fokus pada kekompakan partai koalisi pendukungnya.
“Kalau pemerintah tidak menjegal. Nggak, nggak ada yang menjegal. Malah saya katakan kepada dia, kamu harus usahakan di dalam berbagai forum agar koalisi yang mendukung Anies tuh kompak, agar Anies dapat tiket, tidak dijegal oleh internalnya sendiri,” jelasnya.
“Kalau pemerintah nggak, persilakan, kita lindungi hak-haknya jadi tidak ada penjegalan,” sambungnya.
Untuk diketahui, Anies sempat membeberkan sejumlah kekhawatiran yang ia dengar dari masyarakat.
Kekhawatiran yang disampaikan oleh Anies tersebut muncul usai maraknya isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan mengambil sikap tidak netral.
“Ada yang mengungkapkan kekhawatiran penjegalan, kriminalisasi, tidak netralnya penyelenggaraan pemilu, caleg-caleg yang mungkin dapat perlakuan tidak fair, partai yang dapat perlakuan tidak fair, capres yang dapat perlakuan tidak fair, potensi terjadinya kecurangan, yang semua itu kekhawatiran muncul akibat adanya pernyataan bahwa tidak netral dan cawe-cawe,” beber Anies.***(Nisrina Harum Lestari)