AYOJAKARTA.COM---Pada hari ini tepatnya 4 Juni 2023, seluruh umat Buddha di berbagai negara tengah merayakan Hari Raya Waisak.
Seperti halnya perayaan hari besar dan momen penting lainnya, ucapan selamat Hari Raya Waisak 2023 jadi trending topic di linimasa Twitter.
Berdasarkan pantauan AyoJakarta.com, ucapan selamat Hari Raya Waisak sempat menjadi trending topic di linimasa Twitter.
Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turut memeriahkan momen Hari Raya Waisak melalui cuitan di Twitter pribadinya.
“Para biksu dari berbagai negara melakukan ritual Thudong dengan berjalan kaki ribuan kilometer menuju Candi Borobudur dan mendapatkan penerimaan hangat di sepanjang jalan.
Kepada seluruh Umat Buddha, selamat memperingati Hari Raya Waisak. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” cuit Jokowi dikutip AyoJakarta.com melalui akun Twitter @jokowi, Minggu (4/6/2023).
Bukan hanya presiden Indonesia saja yang mengucapkan selamat Hari Raya Waisak, warganet lainnya pun juga turut meramaikan linimasa Twitter dengan ucapan yang sama.
Lantas bagaimana sejarah Hari Raya Waisak hingga bisa dirayakan secara terbuka?
Waisak itu sendiri berasal dari bahasa Sansekerta Waisakha, Pali Vesakha. Waisak menjadi salah satu hari besar agama yang juga diperingati di Indonesia.
Waisak diperingati sebagai hari peringatan kelahiran, pencerahan, dan kematian sang Buddha, Siddhartha Gautama.
Baca Juga: Digelar 4 Juni 2023, Segini Harga Tiket Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur dan Cara Belinya
Waisak sebenarnya sudah berlangsung sejak abad ke-19. Namun pada zaman tersebut perayaan ini digelar secara tertutup di vihara.
Hingga akhir pada abad ke-19, tata cara tersebut mulai bergeser karena adanya pengaruh modernisasi yang berasal dari Sri Lanka, kemudian masuk ke Asia Timur, Asia Tenggara, hingga ke Indonesia.
Maka dari itu melalui Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia atau dinamakan World Fellowship of Buddhists (WFB) yang pertama kali diselenggarakan di Sri Lanka tahun 1950, pada saat itu mengeluarkan keputusan bahwa nantinya Waisak bisa digelar secara terbuka.
Di Indonesia itu sendiri, perayaan Waisak juga telah sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan WFB.
Baca Juga: 32 Biksu Thudong dari Thailand: Apa Arti Thudong dan Apa Perbedaan Biksu, Bhikku, dan Bhante?
Biasanya perayaan tersebut dilakukan oleh umat Buddha Indonesia di Candi Mendut dan Candi Borobudur.
Hari Waisak ini biasanya dilakukan dengan cara pelayanan khusus dan agar berbuat kebaikan seperti sedekah membagikan makanan kepada para bhikkhu (biksu) serta pelepasan burung dalam penangkaran.
Ada tiga peristiwa penting yang dirayakan seluruh umat Buddha di dunia pada Hari Raya Waisak seperti dilansir situs resmi Kemenag.
Adapun tiga peristiwa tersebut disebut sebagai trisuci Waisak, yakni sebagai berikut.
Baca Juga: Tiba di Candi Borobudur Kamis Sore, Biksu Asal Indonesia Peserta Thudong Ungkap Fakta Ini pada Dunia
1. Lahirnya Pangeran Siddharta (calon Buddha) di Taman Lumbini pada tahun 623 sebelum masehi (SM).
2. Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan kemudian menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun di tahun 588 SM.
3. Buddha Gautama parinibbana atau wafat di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 SM.
Demikian informasi seputar Hari Raya Waisak, semoga bermanfaat.***