Nasional

Aksi Ganjar Pranowo Safari Politik ke Masjid Agung Banten Bikin Gaduh, Bawaslu: Punya Etika Dong!

Oleh: Dyah Arum Ratri Kamis 01 Jun 2023, 16:34 WIB
Ganjar Pranowo

AYOJAKARTA.COM – Bakal capres dari fraksi PDIP yakni Ganjar Pranowo kembali menjadi sorotan publik usai melakukan safari ke Masjid Agung Banten pada Minggu (28/5/2023).

Tujuan dari safari tersebut, Ganjar Pranowo hendak melakukan ziarah qubro di makam Sultan Maulana Hasanudin dari Kesultanan Keraton Surosowan, Banten.

Kedatangan Ganjar Pranowo juga disambut baik oleh Kiai sepuh kesultanan Banten yaitu Abuya KH Tubagus Ahmad Syadzili Wasi beserta puluhan kiai lainnya.

Baca Juga: Babak Baru Polemik Ruko Caplok Jalan, PSI Kecam Pernyataan Riang Prasetya yang Dinilai Rasis

Namun, safari Ganjar Pranowo ke Masjid Agung Banten tersebut justru menuai tanggapan berbeda dari pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Bahkan salah satu anggota Bawaslu yakni Totok Hariyono sampai menyinggung soal etika yang seharusnya dipahami oleh semua bakal capres yang akan maju di Pilpres 2024 mendatang.

“Dari awal saya sudah sampaikan, tolong punya etika dong,” tegas Totok Hariyono dikutip dari laman Republika.co.id pada Rabu (31/5/2023).

Baca Juga: Kenapa Detik-detik Waisak Diadakan di Borobudur? Yuk Simak Penjelasan Sejarahnya!

Dalam pernyataannya, Totok Hariyono juga dengan tegas menyampaikan jika para kandidat capres seharusnya paham jika ada tempat-tempat yang tidak seharusnya digunakan jadi sarana untuk silaturahmi politik maupun kampanye.

“Jangan gunakan tempat ibadah sebagai ajang kampanye, meskipun belum mencapai tahap pelanggaran kampanye,” terang Totok.

“Kami mengingatkannya kepada semua pihak, jangan gunakan tempat ibadah, pendidikan, atau fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye, ini adalah soal etika” lanjutnya.

Meski begitu, namun Totok Hariyono mengakui jika Bawaslu saat ini kesulitan menindak tegas soal pelanggaran yang dilakukan para bakal capres.

Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap Perbaikan untuk Indonesia di Masa Depan Jika jadi Presiden, Apa Itu?

Hal tersebut lantaran saat ini belum masuk waktu atau masa kampanye, sehingga aksi safari politik yang dilakukan Ganjar juga tidak bisa dibilang pelanggaran.

“Kesulitannya seperti yang telah saya sampaikan adalah karena belum saatnya kampanye dan belum ada indikasi pelanggaran,” terang Totok Hariyono.

Sehingga untuk sanksi sendiri yang saat ini bisa diberikan bagi siapapun yang melanggar hanyalah sanksi moral.

“Namun karena belum ada indikasi pelanggaran, kami dapat melibatkan etika,” ujar Totok.

Baca Juga: 5 Manfaat Berkurban saat Idul Adha, dari Menghapus Dosa Hingga Mensucikan Harta

“Artinya, sanksinya adalah sanksi moral yang diberikan kepada siapa pun yang melanggarnya,” lanjutnya.

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Vincensia Enggar Larasati