AYOJAKARTA.COM--Masuk bulan Juni, dalam kalender yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia ada beberapa hari libur nasional dan cuti bersama.
Disebutkan bahwa pada tanggal 1 Juni 2023 ini, pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional.
Pasalnya, dikutip Ayojakarta.com melalui laman jdih.maritim.go.id, 1 Juni 2023 ini menjadi hari peringatan lahirnya pancasila.
Kabarnya minggu ini ada long weekend terutama bagi pekerja yang ikut jam kerja sesuai kalender pemerintah.
Setelah hari ini, besok pemerintah menetapkan sebagai hari cuti bersama.
Tepat tanggal 2 Juni 2023, pemerintah menetapkan menjadi hari cuti bersama dalam rangka perayaan Waisak.
Sementara itu, untuk Hari Waisak jatuh pada 4 Juni 2023.
Untuk tanggal 3 Juni 2023 merupakan hari sabtu, dan sebagian besar pekerja libur pada hari itu.
Maka minggu ini menjadi long weekend, karena libur mulai Kamis, 1 Juni 2023 hingga Minggu, 4 Juni 2023.
Melansir Wikipedia, Waisak merupakan hari suci umat beragama Buddha tiap tahunnya yang biasa disebut juga 'Hari Buddha'.
Ada tiga peristiwa penting atau disebut 'Trisuci Waisak' yang diperingati dalam momen ini diantaranya yakni sebagai berikut.
Baca Juga: Tanggal 2 Juni 2023 Libur Apa? Cek Berikut Tanggal Merah Menurut SKB 3 Menteri
1. Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.,
2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M.,
3. Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
Untuk perayaan Waisak di Indonesia secara tradisional dipusatkan di Borobudur.
Rangkaian upacara perayaan Waisak di Indonesia secara pokok ada tiga agenda sebagai berikut.
1. Pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
2. Ritual "Pindapatta", suatu ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/biksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan.
3. Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama ini adalah berdasarkan perhitungan falak, sehingga puncak purnama dapat terjadi pada siang hari.
Setelahnya juga dilakukan pradaksina, pawai, serta acara kesenian dalam perayaan Waisak.***