AYOJAKARTA.COM – Sosok Ketua RT di kelurahan Pluit, Jakarta Utara yakni Riang Prasetya masih terus mendapat sorotan.
Nama Riang Prasetya sendiri mencuat ke publik usai melaporkan sejumlah ruko yang berada di Jalan Niaga, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Sebagai informasi, sebanyak 22 ruko yang dilaporkan oleh Riang Prasetya tersebut mencaplok jalan selebar 4 meter serta menutup saluran air.
Baca Juga: Kenapa Detik-detik Waisak Diadakan di Borobudur? Yuk Simak Penjelasan Sejarahnya!
Usai dilaporkan oleh Riang Prasetya, ruko sebanyak 22 unit tersebut kemudian dibongkar oleh Satpol PP DKI Jakarta.
Namun rupanya, Riang Prasetya justru mendapat penolakan keras serta kemarahan dari pemilik serta karyawan ruko yang merasa dirugikan karena pembongkaran tersebut.
Terbaru, di tengah polemik tersebut, viral di media sosial video saat sang Ketua RT Riang Prasetya adu mulut dengan sejumlah warga.
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @jakut.info pada Selasa, (30/5/2023), di mana terlihat jelas kedua pihak berdebat keras hingga hampir adu fisik.
Dalam video tersebut, terdengar Riang Prasetya juga melontarkan sebuah pernyataan yang dinilai rasis.
“Ngomong yang sopan lu, lu jadi RT jangan sok jagoan lu,” kata seorang laki-laki dengan kaos biru sambil menunjuk-nunjuk Riang Prasetya dengan jarinya.
Riang Prasetya kemudian menjawab, “Diam, diam. Lu diam.”
“Eh gua kasih tau nanti pribumi datang ke sini,” lanjut Riang Prasetya.
Baca Juga: Link Pengumuman Rekrutmen Bersama BUMN, Yuk Cek Tahap Selanjutnya di Sini
Mendengar perkataan Riang tersebut, seorang warga kemudian langsung membalas, “Jangan bawa-bawa pribumi!”
Menanggapi hal tersebut, Elva Qolbina selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) menilai jika dalam video tersebut Riang Prasetya tidak mampu mengendalikan dirinya.
Hal itu kemudian menyebabkan amarah menjadi melebar dan berujung mengeluarkan perkataan yang tidak pantas.
“Penegakan peraturan daerah akan selalu kami dukung,” ujar Eva Qolbina dilansir dari laman Republika.co.id pada Rabu (31/5/2023).
Baca Juga: 5 Manfaat Berkurban saat Idul Adha, dari Menghapus Dosa Hingga Mensucikan Harta
“Namun kami juga konsisten untuk melawan segala bentuk intoleransi dan juga perlakuan rasis, siapapun pelakunya,” lanjutnya.