AYOJAKARTA.COM – Detik-detik Waisak adalah perayaan penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Di Indonesia, salah satu tempat yang paling terkenal untuk merayakan peristiwa ini adalah Candi Borobudur.
Banyak yang bertanya-tanya kenapa detik-detik Waisak diadakan di Borobudur dan mengapa tempat ini begitu istimewa bagi umat Buddha.
Candi Borobudur adalah salah satu situs budaya terbesar di dunia dan merupakan warisan dunia UNESCO. Candi ini dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra dan merupakan salah satu keajaiban arsitektur dunia.
Borobudur memiliki struktur yang menggambarkan tata letak kosmos dalam filsafat Buddha. Dengan 504 arca Buddha dan relief yang indah, candi ini menjadi tempat yang sangat suci bagi umat Buddha.
Detik-detik Waisak diadakan di Borobudur karena hubungannya dengan peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman AyoBandung.com (1/6/2023), Candi Borobudur merupakan salah satu Dhatu Cetiya yaitu tempat yang patut diberikan puja oleh umat Buddha karena diyakini menyimpan relik rambut Buddha.
Pada tahun 1937 Hari Raya Waisak mulai dilaksanakan di Candi Borobudur dan hanya diikuti oleh umat Buddha di sekitar Candi Mendut dan Yogyakarta.\
Baca Juga: Haru! Selalu Tampil Lawak Ternyata Aldi Taher Pejuang Kanker : Aku Nggak Boleh Sedih
Pada tahun 1953 Hari Raya Waisak dirayakan secara nasional di Candi Borobudur yang dipelopori oleh Tee Boan An atau bhikkhu Ashin Jinara.
Pada saat Waisak, umat Buddha memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama.
Borobudur menjadi tempat yang sempurna untuk merayakan peristiwa ini karena dianggap sebagai salah satu tempat yang dikunjungi oleh Buddha Gautama dalam perjalanannya mencapai pencerahan.
Selama detik-detik Waisak, ribuan umat Buddha dari berbagai negara berkumpul di Borobudur untuk berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan keagamaan.
Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap Perbaikan untuk Indonesia di Masa Depan Jika jadi Presiden, Apa Itu?
Selain itu, Borobudur juga menyediakan suasana spiritual yang unik bagi perayaan Waisak. Terletak di tengah-tengah hamparan hijau, candi ini memberikan kedamaian dan ketenangan bagi para pengunjung.
Pada malam hari, candi dan sekitarnya dihiasi dengan ribuan lentera, menciptakan suasana magis yang memukau.
Selain merayakan peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, detik-detik Waisak di Borobudur juga memiliki makna penting dalam mempromosikan toleransi antar agama dan keberagaman budaya di Indonesia.
Perayaan ini melibatkan partisipasi dari berbagai komunitas agama dan menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antar umat beragama.***