Nasional

Tuai Banyak Kritikan, Nadiem Makarim Ciptakan Marketplace Guru, Apa Itu? Untung atau Malah Buntung?

Oleh: Linda Wati Selasa 30 Mei 2023, 13:05 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim

AYOJAKARTA.COM - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim berencana menciptakan marketplace guru.

Mendikbudristek Nadiem Makarim, menciptakan marketplace guru dengan bertujuan untuk mengatasi persoalan munculnya guru honorer yang terus terjadi selama bertahun-tahun selama ini dan rencananya akan diberlakukan pada 2024 mendatang.

Namun sebenarnya apa itu marketplace guru? Berikut ulasannya yang dikutip dari akun TikTok @motivasiguru pada Selasa, 30 Mei 2023.

Baca Juga: Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Mario Dandy Terancam 15 Tahun Penjara Dalam Kasus Pencabulan Anak AG

Nadiem Makarim menjelaskan bahaa Marketplace khusus guru ini adalah sebuah database di mana semua sekolah dapat mencari siapa saja orang yang bisa menjadi pendidik atau diundang ke sekolah tersebut.

“Marketplace untuk Guru adalah suatu database yang nanti akan didukung secara teknologi, di mana semua sekolah ini bisa mengakses siapa saja sih yang bisa menjadi guru dan siapa yang mau undang untuk menjadi guru di sekolah saya,” katanya.

Lalu siapa saya yang akan masuk ke dalam marketplace tersebut?

Nadiem pertama menyebut adalah guru honorer yang telah lolos seleksi.

“yang pertama adalah guru-guru honorer yang sudah lulus seleksi, mereka yang telah mengikuti seleksi menjadi calon guru ASN, seleksi ini begitu mereka udah lulus itu pasti grade mereka akan masuk ke dalam database ini.” jelasnya.

Baca Juga: RESMI! PSSI Umumkan Tiket Indonesia Vs Argentina, Cek Harga, Jadwal Pembelian Tiket hingga Linknya di Sini

Kemudian guru baru lulusan ppg prajabatan juga termasuk ke dalam orang yang dapat masuk ke dalam lokapasar ini.

“Yang kedua yang akan masuk matketplace ini full talenta adalah lulusan ppg prajabatan, ini guru baru yang sudah lulus ppg dan mereka akan juga masuk ke dalam marketplace terintegrasi ini,” katanya.

Marketplace ini dipercaya akan membuat calon guru dapat lebih fleksibel dalam mendaftar dan memilih lokasi mengajar.

Namun gagasan tersebut ternyata mendapat banyak kritikan, seperti yang dikutip dari laman Republika.id seorang guru P3K turut mengomentari kebijakan tersebut.

Baca Juga: Awas Keliru! Ini Perbedaan BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat, Benarkah Sama? Selengkapnya di Sini!

Maryani, seorang guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Kota Bekasi, menilai, ketika marketplace digunakan di dunia pendidikan, terkesan seperti ada transaksi di dalamnya.

Menurutnya, hal tersebut sangat merendahkan martabat guru.

“Padahal, dunia pendidikan bukanlah dunia usaha. Penggunaan istilah marketplace sepertinya memang tidak pantas,” kata Maryani saat dihubungi Republika, Jumat (26/5/2023).

Bahkan Maryani juga berpendapat, memilih Nadiem sebagai menteri pendidikan memang tidak tepat.

Baca Juga: Kapan Hari Raya Idul Adha 2023? Tanggal 28 atau 29 Juni? Begini Penetapan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Menurut Maryani, seorang menteri pendidikan harusnya memiliki latar belakang pendidikan dan mengerti persoalan pendidikan di Tanah Air.

“Memang sebenarnya sudah menempatkan orang yang kurang tepat, sehingga pandangan, pemikiran, dan persepsinya pun berbeda,” katanya.***

Reporter Linda Wati
Editor Jinan Vania Barizky