AYOJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai pidatonya selalu mengatakan bahwa hanya pada zamannya infrastruktur sebanyak 57 persen berada di luar Jawa.
Selain itu, survei kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi mendapatkan angka 80 persen. Hasil ini pun dinilai cukup bagus.
Merespon hal tersebut, Bacapres Anies Baswedan mengatakan alasannya untuk mengagungkan isu perubahan tersebut karena ini merupakan keuntungan untuk rakyat.
Baca Juga: Kok Murah? 5 Rekomendasi iPhone Harga Rp 4-7 Jutaan Tahun 2023
"Jadi ini adalah agenda yang diharapkan bisa menguntungkan bagi rakyat Indonesia. Bukan sekedar menguntungkan kami yang berada dalam kontestasi. Kami berada di dalam kontestasi karena itu kita tawarkan kepada publik. Kita berencana memasukkan unsur keadilan di dalam semua policy, " kata Anies.
Anies juga menjelaskan bahwa ketika ada kebijakan-kebijakan tentang pemerataan itu patut disyukuri. Sebab kebijakan tersebut harus mempunyai aspek yang menyetarakan dan jangan sampai itu berhenti begitu saja.
"Saya beri contoh, air minum kita hari ini adalah air minum yang botolan yang lebih mahal daripada BBM. Itu infrastruktur yang paling dasar. Kebutuhan manusia itu air bersih, air minum bersih. Dan kalau kita tidak membereskan soal air bersih ini, maka mereka yang berada dalam sosial ekonomi status bawah akan selalu tertinggal. Dan akan selalu kalah, karena biaya yang mahal," ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa kesetaraan itu harus dimulai dari aspek yang paling dasar. Hal ini juga tak lepas dari pelajaran yang diambilnya ketika menjadi Gubernur DKI.
Baca Juga: Viral Video Mario Dandy Pasang Borgol Kabel Ties Sendiri, Polisi: Itu Hasil Editan
Oleh karena itu, ketika berbicara keadilan tidak hanya boleh berada pada konsep, namun keadilan ini harus betul-betul diwujudkan agar masyarakatnya sejahtera.
Mantan Gubernur DKI ini juga menyinggung bagaimana ia memimpin ibu kota selama masa jabatannya dengan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi seluruh rakyatnya dengan cara berkeadilan.
"Jakarta ini rumah yang secara ekonomi magnet, semua orang datang kesini. Dan Jakarta dapat keuntungan dari mana? Tenaga kerja terlatih, efeknya kita memberikan pelayanan kepada semua tanpa membeda-bedakan orang," katanya yang dikutip dalam kanal YouTube Anies Baswedan, Minggu (28/5).
Selanjutnya Anies menegaskan bahwa apa yang direncanakan tersebut bukan hanya sekedar persoalan yang sudah lama, tetapi ini bukan untuk 5 atau 10 tahun yang sudah terlewati.
Maka untuk itu di fase berikutnya akan dimasukkan unsur keadilan dalam seluruh aspek mikro kebijakan.***