AYOJAKARTA.COM-- Sosok Nurhali, seorang ASN yang pernah menjabat Kepsek SMKN 5 kota Tangerang kini sedang viral.
Pasalnya lelaki berusia 58 tahun ini diketahui mendapat julukan ASN terkaya di Indonesia. Berapakah hartanya sehingga Nurhali kini diburu awak media untuk mengorek asal muasal kekayaannya?
Mengutip Suara.com, Rabu (24/5/2023), sesuai dengan LHKPN yang dilaporkannya, Nurhali tercatat memiliki harta capai Rp 802 Miliar. Jumlah ini menjadi berkurang dari sebelumnya yang capai Rp1,6 triliun hasil dari LHKPN tahun 2020.
Baca Juga: FANTASTIS! Inilah Deretan Catatan Harta Nurhali yang Disebut Sebagai ASN Terkaya di Indonesia
Harta kekayaan yang sangat fantastis ini, menjadi sorotan. Mengingat sebagai ASN dan menjabat kepala sekolah hanya mendapatkan gaji ataupun tunjangan berkisar antara Rp1,5-Rp5,9 juta. Di sisi lain meskipun Nurhali telah menjadi ASN sejak tahun 1988, kecil kemungkinan bisa memperoleh harta kekayaan capai miliaran rupiah tersebut.
Anehnya, dengan harta kekayaan yang wow itu, hingga saat ini Nurhali tetap menjalani kehidupan dengan tenang. Bahkan harta kekayaanya pun tak dilirik KPK untuk sekedar diperiksa atau dimintai klarifikasi.
Nurhali sendiri ketika disinggung tentang harta kekayaannya yang sangat besar dan menjadi sorotan publik, tak terlihat gelisah atau cemas.Bahkan dengan santai ia menjelaskan darimana harta kekayaannya tersebut.
Baca Juga: Hitung-hitungan Harta Kekayaan Nurhali ASN Terkaya yang Belum Dilirik KPK, dari Mana Sumbernya?
Seperti dilansir Ayojakarta.com dari Youtube TVOneNews, Nurhali memaparkan bahwa ia sudah berusaha menjadi seorang warga negara yang taat pajak, termasuk melaporkan hartanya secara rutin.
Tercatat Nurhali secara periodik melaporkan hartanya yakni tahun 2019, 2020 dan 2021 sejak ia menjabat sebagai kepsek.
"Tiap tahun kita melaporkan semua berdasarkan apa yang ada, dan yang kami miliki, " ujar Nurhali dikutip dari youtube TVoneNews, Rabu (24/5/2023).
"Harta itu kan ada yang diam, ada yang bergerak. Harta itu kan dilaporkan berdasarkan instruksi LHKPN. Harta itu kan tidak hanya harta pegawai saja, namun juga istrinya juga harus dilaporkan,"ucap Nurhali.
Nah, harta yang tidak bergerak dan bernilai fantastis itu, merupakan harta tak bergerak berupa tanah bagian dari istri Nurhali.
"Itu punya istri saya, bukan saya. Jadi tanah dari orangtua istri, "tandas Nurhali.
Secara rinci, Nurhali mendapatkan warisan tanah yang sangat luas, capai 80.000 m2 atau 8 hektar di Jakarta Utara.
Nurhali pun konsisten menuliskan kepemilikan tanahnya seluas 80.000 m2 atau 8 hektare di Jakarta Utara pada setiap LHKPN yang dilakukannya. Namun nilai tanah akan berubah biasanya menyesuaikan dengan fluktuasi harga yang ada di daerah setempat, alhasil berpengaruh pada peningkatan harta kekayaannya.
Bahkan tanah, karena bernilai sangat tinggi, dan nilai jualnya cenderung terus meningkat menjadi pilihan investasi.