AYOJAKARTA.COM – Kelompok peretas (hacker) LockBit mengaku menyerang sistem IT PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI.
Kini terbaru hacker LockBit mengaku sudah menyebarkan data nasabah yang sudah dienkripsi di Dark Web.
Bukan itu saja sebanyak 15 juta data nasabah, informasi terkait karyawan dan sekitar 1,5 terabyte data internal dari BSI telah dicuri oleh kelompok peretas tersebut.
Baca Juga: Pengikut Akun Twitter Partai Demokrat Turun Drastis, Gibran Rakabuming Raka: Apakah Kena Hack?
Hal tersebut disampaikan melalui cuitan akun Twitter @darktracer_int dan juga mengunggah tangkapan layar mengenai data-data BSI.
“Masa negosiasi telah berakhir, dan grup ransomware LockBit akhirnya mempublish semua data yang dicuri dari Bank Syariah Indonesia di dark web,” cuit akun tersebut dikutip AyoJakarta.com melalui Twitter @darktracer_int, Selasa (16/5/2023).
Berbagai data transaksi juga terlihat dalam unggahan tangkapan layar tersebut seperti data retail banking. fata backup, dokumen syarat akad 19 April 2022 hingga perpanjangan sewa ATM Pelita Insani.
Terlihat juga tanggal yang tertera dalam tanggapan layar postingan dari akun Twitter @darktracer_int yakni tanggal 8 Mei 2023 dari pukul 11.25 hingga pukul 12.03.
Baca Juga: Parah! Gagal Negosiasi, Hacker LockBit Bocorkan Data Pribadi Nasabah BSI ke Dark Web
Yang mana tanggal tersebut merupakan tanggal di mana mulainya sistem BSI terganggu. Bahkan ada satu berkas di tanggal 15 Mei pukul 20.50 yang merupakan berkas dengan nama Databases .
Hal ini berarti kemungkinan bahwa data tersebut baru saja didapatkan oleh LockBit tadi malam.
Selain itu dalam unggahan terbaru dari akun Twitter @darktracer_int disebutkan bahwa kelompok ransomware LockBit juga telah mempublikasikan log obrolan.
Yakni terkait dengan negosiasi dengan BSI yang mana LockBit meminta uang tebusan sebesar 20 USD.
“Kelompok ransomware LockBit juga telah mempublikasikan log obrolan terkait negosiasi dengan BSI. Mereka menuntut uang tebusan 20 juta USD (295.619.469.026 Rupiah),” cuit akun @darktracer_int.
Dalam cuitan tersebut juga mengunggah tangkapan layar dari obrolan yang diduga antara pihak BSI dan LockBit.Yang mana diduga pihak BSI menawar 100 ribu USD namun pihak LockBit menolak.
Sementara itu, pihak BSI memastikan data dan dana dari para nasabah dalam kondisi aman sehingga nasabah bisa bertransaksi secara normal dan aman.
Pernyataan tersebut menyusul adanya pengakuan dari kelompok hacker LockBit yang mengaku telah menyebarkan jutaan data nasabah BSI ke Dark Web.
Baca Juga: Waduh! Jadi Bank Andalan Masyarakat Aceh, Bank BSI Error, Ini Dampaknya!
Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo mengatakan perseroan akan berkoordinasi dengan pihak otoritas terkait munculnya isu kebocoran data dari serangan siber.
“Kami memastikan data dan dana nasabah aman, serta aman dalam bertransaksi. Kami juga akan bekerjasama dengan otoritas terkait isu kebocoran data,” ujarnya.***