AYOJAKARTA.COM – Perjalanan 32 biksu lintas negara dari Thailand menuju Candi Borobudur di Magelang dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak pada tanggal 4 Juni 2023 telah mencuri perhatian masyarakat luas di Indonesia dan dunia.
Video perjalanan biksu tersebut yang menjadi viral di media sosial memperlihatkan puluhan biksu yang berjalan kaki secara berurutan memanjang ke belakang dengan pakaian khas dan didampingi oleh tim terdiri atas petugas keamanan dan kesehatan.
Dikutip oleh ayojakarta.com melalui laman media sosial pada Selasa 16 Mei 2023 diketahui bahwa rombongan biksu lintas negara tersebut memulai perjalanan Thudong dari Thailand pada tanggal 23 Maret 2023.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Cek Imei di Kemenperin Ternyata Miliki 4 Manfaat Keamanan Ini
Thudong adalah ritual hidup sederhana. Para bikkhu atau biksu melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, melakukan pertapaan ketat, kehidupan pengembaraan, pertapaan terpencil dan meditatif.
Dalam perjalanan mereka, biksu-biksu ini disambut dengan hangat oleh masyarakat Indonesia. Mereka bahkan singgah di Indramayu untuk beristirahat dan menerima pindapata dari masyarakat sekitar.
Banyak masyarakat Indonesia, termasuk umat Muslim, memberikan dukungan dan simpati kepada biksu-biksu tersebut, sehingga potret kerukunan antar umat beragama ini menjadi viral di media sosial.
Young Buddhist Association memberikan keterangan bahwa Thudong di Indonesia ini membawa citra positif bagi bangsa Indonesia yang terkenal ramah dan baik hati. Salah satu Bhikku atau biksu dari luar negeri merekam momen tersebut dan membagikannya ke dunia internasional.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Mengundurkan Diri Dari Golkar? Wakil Ketum Golkar: Nanti Minta Klarifikasi
Young Buddhist Association memberikan unggahan terbaru dengan caption sebagai berikut ini.
"Inilah wajah asli wajah Indonesia yang baik hati, ramah dan murah senyum terhadap banyak orang bukan wajah yang menaktukan, iri, dengki dan penuh kebencian.
Pada momen itu juga salah satu Bhikku dari luar negeri merekam atmosfir saat itu dan membagikan ke dunia Internasional. Semoga dengan adanya Thudong di Indonesia ini membawa citra positif untuk bangsa Indonesia yang terkenal ramah dan baik hati.
Bhante dari Thailand, salah satu peserta Thudong mengatakan pertemuan dengan orang Indonesia adalah suatu momen yang sangat indah ketika perjalanan suci, Thudong ke Candi Borobudur dilaksanakan."
Bhante dari Thailand, salah satu peserta Thudong juga mengatakan bahwa pertemuan dengan orang Indonesia adalah suatu momen yang sangat indah dalam perjalanan suci mereka ke Candi Borobudur.
Melalui momen yang indah ini, masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa mereka dapat merajut toleransi dalam keberagaman dan menjaga kehidupan damai antar umat beragama. Pesan ini pun disampaikan oleh @AfifFuadS melalui akun Twitternya.
"Wajah indah bagaimana rajut toleransi di rawat. Indonesia damai dalam ragam perbedaan iman. Jangan lukai oleh pemaknaan2 beragama yg sempit, ultra eklusif, puritan dan tekstual. Mari jaga bersama," tulis @AfifFuadS.
Dengan sambutan yang hangat dari masyarakat Indonesia, perjalanan Thudong 32 biksu lintas negara tersebut berhasil mencuri perhatian dan memperlihatkan betapa beragamnya kebudayaan dan kepercayaan yang ada di Indonesia yang tetap bisa hidup dalam damai dan harmoni.***