Nasional

Hacker Ransomware LockBit Ancam Bocorkan Data Pelanggan Hingga Mitra BSI, Berikut Ancaman Lengkapnya!

Oleh: Muhammad Lazuardi Iman Minggu 14 Mei 2023, 18:04 WIB
Hacker Ransomware LockBit Ancam Bocorkan Data Pelanggan Hingga Mitra BSI

AYOJAKARTA.COM - Pada awal pekan ini, layanan ATM dan Mobile Banking Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak dapat digunakan dan hampir secara menyeluruh mengalami kelumpuhan.

Akun Twitter Fusion Intelligence Center atau @darktracer_int membeberkan bahwa kelompok hacker LockBit Ransomware mengaku telah membobol layanan BSI.

Namun, pada Kamis (11/5/2023), semua layanan tersebut sudah dapat digunakan kembali oleh nasabah.

Baca Juga: Inilah Deretan Nama Cawapres 2024 Unggulan dalam Musra Relawan Jokowi, Ada Nama Mahfud MD hingga Ridwan Kamil

LockBit Ransomware mengklaim telah merusak semua layanan di BSI.

Mereka juga mengumumkan telah mencuri 15 juta data pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte data internal.

"Geng ransomware LockBit mengaku bertanggung jawab atas gangguan semua layanan di Bank Syariah Indonesia, menyatakan bahwa itu adalah akibat dari serangan mereka. " Ungkap pernyataan LockBit Ransomware dikutip AyoJakarta.com dari Akun Twitter Fusion Intelligence Center atau @darktracer_int pada (14/5/2023).

Baca Juga: Inilah Deretan Nama Cawapres 2024 Unggulan dalam Musra Relawan Jokowi, Ada Nama Mahfud MD hingga Ridwan Kamil

Kelompok tersebut mengancam akan membeberkan semua data di dark web jika negosiasi gagal dengan deadline pada tanggal 15 Mei 2023 21:09:45 UTC.

"Deadline 15 Mei 2023 21:09:45 UTC," tulis keterangan ancaman tersebut.

Pada tanggal 8 Mei 2023, kelompok tersebut menyerang Bank Syariah Indonesia dan menghentikan semua layanan yang disediakan sepenuhnya.

Manajemen bank saat itu memberikan keterangan bahwa gangguan tersebut dikarenakan adanya 'pekerjaan teknis'.

Baca Juga: Nikita Mirzani Ngamuk Diteror Sajad Ukra Usai Loly Beberkan Azka Ditampar: Hewan Tak Makan Anaknya, Apalagi…

Selain menghentikan layanan bank, kelompok tersebut juga mencuri sekitar 1,5 terabyte data pribadi, termasuk 9 database yang berisi informasi pribadi dari lebih dari 15 juta pelanggan dan karyawan, dokumen keuangan, dokumen hukum, NDA, dan kata sandi untuk semua layanan internal dan eksternal yang digunakan di bank.

Kelompok tersebut memberikan waktu 72 jam bagi manajemen bank untuk menghubungi LockbitSupp dan menyelesaikan masalah ini.

Mereka juga mengancam untuk mempublikasikan semua data tersebut jika negosiasi anatara kedua belah pihak gagal.

"Mereka selanjutnya mengancam akan merilis semua data di web gelap jika negosiasi gagal," Ungkap caption akun Twitter @darktracer_int.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Diisukan Pindah dari Golkar ke Gerindra, Ini Tanggapan Airlangga Hartarto

Dalam ancaman LockBit Ransomware tersebut juga menyebutkan bagi semua pelanggan dan mitra bank yang data pribadinya dicuri, jika Bank Syariah Indonesia menghargai reputasi, pelanggan, dan mitranya, mereka akan menghubungi kelompok tersebut sehingga tidak terancam.

Jika tidak, kelompok tersebut menyarankan agar para pelanggan dan mitra menghentikan kerja sama dengan perusahaan tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa terkait dugaan serangan siber, pihaknya menemukan indikasi adanya serangan siber sehingga perseroan perlu melakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan keamanan sistem.

Adapun BSI juga mengklaim terus memastikan kepada nasabah dan stakeholders bahwa data dan dana nasabah berada dalam kondisi baik dan aman.

Baca Juga: Seleksi 30 Kuota Beasiswa Kuliah di Maroko 2023 Resmi Dibuka, Berminat Daftar?

Bank Syariah Indonesia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para nasabah dalam mengakses layanan BSI.***

Reporter Muhammad Lazuardi Iman
Editor Vincensia Enggar Larasati