AYOJAKARTA.COM---Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran, Dani Hamdani kini resmi dinonaktifkan dari jabatannya sementara.
Pasalnya, Kepala BKPSDM Dani Hamdani terseret dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilaporkan oleh Husein Ali Rafsanjani, Guru SMPN 2 Pangandaran.
Sebelumnya, Husein Ali Rafsanjani membagikan kisahnya yang menjadi korban pungli saat mengikuti Latsar 2021.
Husein Ali Rafsanjani mengaku bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman setelah melapor kejadian yang menimpanya kala itu.
Baca Juga: Ayah Husein ASN Pangandaran Korban Pungli Ungkap Sempat Berdebat dengan Anaknya, Soal Apa?
Selain itu, Husein Ali Rafsanjani juga menyebut bahwa dirinya terintimidasi usai melaporkan kejadian pungli tersebut.
Buntut dari kasus pungli yang diduga melibatkan Dani Hamdani, Bupati Pangandaran mulai mengambil langkah.
Bupati Pangandaran, Jeje Wiriadinata dikabarkan membentuk sebuah tim khusus untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) usai viralnya curhatan Husein Ali Rafsanjani.
Jeje Wiriadinata mengatakan bahwa indikasi kasus intimidasi terhadap Husein Ali sudah mulai terlihat jelas.
Selain itu, Jeje Wiriadinata menyampaikan bahwa intimidasi tidak selamanya berupa kekerasan fisik saja.
Menurutnya, menekan mental seseorang juga termasuk ke dalam intimidasi.
“Kalau yang intimidasi indikasinya sudah kelihatan jelas. Orang lengkap, banyak orang, 12 orang dan sebagainya. Intimidasi tidak harus memukul dan sebagainya, (tapi) menekan mental dan moralnya juga,” kata Jeje Wiriadinata dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (14/5/2023).
Jeje Wiriadinata menjelaskan bahwa saat ini yang sedang pihaknya dalami adalah kasus dugaan pungli tersebut.
Menurutnya, dalam mendalami kasus pungli ini perlu kehati-hatian yang tinggi sehingga ia memutuskan untuk membuat timsus.
“Nah yang kita dalami mengenai pungli, itu harus hati-hati dan valid, teliti. Kenapa saya membuat tim itu (timsus) karena harus hati-hati dan faktual, fakta-faktanya seperti apa adanya,” jelasnya.
Lebih jauh, Jeje Wiriadinata menuturkan bahwa timsus akan bekerja dengan target selesai laporan.
Kemudian dilanjutkan dengan membuat kesimpulan terkait dugaan pungli dan intimidasi hingga 16 Mei mendatang.***