AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menanggapi pernyataan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal peluang Sandiaga Uno menjadi Cawapres Anies Baswedan.
PKS sendiri menyebut bahwa ada peluang bagi Sandiaga Uno untuk mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.
Pernyataan PKS soal penggabungan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno itu pun mendapat respon dari Surya Paloh.
Baca Juga: Sandiaga Uno Digadang-gadang Jadi Bakal Cawapres Anies Baswedan, Begini Tanggapan Surya Paloh
Menurut Paloh, pilihan yang memang terbaik itu harus diperjuangkan bersama.
"Makanya saya katakan kalau kita lihat apa yang terbaik, pilihan yang terbaik dari yang baik, itu yang harus diperjuangkan oleh kita bersama ya kan," ujar Surya Paloh seperti dilansir Ayojakarta.com pada siaran YouTube Kompas TV, Jumat (12/5/2023).
Paloh juga menyebut bahwa Partai NasDem merupakan salah satu motor penggerak Anies Baswedan bersama dengan beberapa partai lain.
“NasDem salah satu motor penggeraknya kan ada kawan-kawannya ada Demokrat ada PKS,” lanjut Paloh.
Dalam pernyataan selanjutnya, Surya Paloh menyatakan bahwa NasDem akan mempercayakan pemilihan Cawapres kepada Anies Baswedan.
Hal itu sebagai wujud kepercayaan NasDem kepada Anies sebagai Capres yang telah diusung.
“Saya pikir kasih kesempatan, kamu yakin nggak sama Capres yang kamu usung,” ujar Paloh.
Lebih lanjut Surya Paloh hanya ingin nantinya apabila terpilih, sang Presiden akan harmoni dalam melaksanakan tugasnya.
Karena baginya menjalankan tugas jauh lebih penting daripada hanya sekedar mengurusi perbedaan yang terjadi antara presiden dan wakilnya nanti.
Baca Juga: Soal Cawapres Anies Baswedan, Surya Paloh Singgung Nama Ganjar dan Prabowo, Kok Bisa?
“Kamu mau dia harmoni dalam melaksanakan tugasnya kalau terpilih, nggak hanya mengurusi masalah perbedaan satu sama lain di antara capres dan cawapres atau nanti kalau terpilih presiden dan wakil presiden, sayang bangsa ini” tuturnya.
NasDem tidak akan memaksakan pilihan cawapres kepada Anies Baswedan.
Anies pun diberi kebebasan dalam menentukan pendampingnya sendiri sesuai dengan kriteria dan keinginan sang Bacapres.
Hal itu guna mendapatkan tujuan visi misi yang sama antara capres dan cawapres sehingga dihasilkan harmonisasi dalam membangun negara Indonesia.***(Rosandra Gisca Andyna)