Nasional

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Banten, ini Penjelasan Kepala Pusat Gempa BMKG Soal Potensi Tsunami

Oleh: Karseno AJ Kamis 11 Mei 2023, 12:28 WIB
Gempa dengan Magnitudo 5,2 Guncang Banten

AYOJAKARTA.COM -- Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Indonesia, tepatnya di 83 kilometer Barat Laut Sumur, Banten.

Gempa bumi dengan magnitudo sebesar 5,2 terjadi pada pukul 11:24:49 Waktu Indonesia Barat dan sempat dirasakan oleh sebagian penduduk Jakarta.

Berdasarkan informasi yang didapat dari infobmkg, gempa bumi Banten pada 10 Mei 2023 kemarin berada pada kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga: Daryono BMKG: Gempa Selat Sunda 5.4 M Dipicu Sesar Aktif, Sudah Mengalami Tren Frekuensi Menuju Stabil!

Pusat gempa bumi yang terbilang dangkal dan terjadi di dasar laut, membuat publik sempat kuatir dengan adanya tsunami.

Sehubungan dengan peristiwa gempa Banten tersebut, Daryono selaku Kepala Pusat Gempa BMKG memberi keterangan.

Menurut Kepala Pusat Gempa BMKG bahwa gempa bermagnitudo 5,2 tersebut tidak berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami.

Lebih lanjut Daryono menjelaskan, skala magnitudo yang terjadi dalam gempa Banten kemarin masih belum memungkinkan untuk menyebabkan tsunami.

“Magnitudonya relatif kecil ya, 5,2 itu sebenarnya dibawah threshold gempa menjadi tsunami, sehingga tidak berpotensi tsunami,” jelas Daryono.

Dengan demikian masyarakat yang berada di sekitar pesisir tidak perlu kuatir terjadi tsunami, namun tetap waspada.

Baca Juga: Apa Penyebab Gempa Bumi M 5,4 Sumur Banten Hari Ini? Daryono BMKG Ungkap Faktanya

Di wilayah Pandeglang gempa dirasakan dengan skala 3 MMI, skala 2-3 MMI dirasakan oleh warga Sukabumi dan skala 2 MMI di kota Tangerang.

Untuk wilayah Bogor gempa dirasakan dengan skala 2 MMI, di kabupaten Lebak gempa dirasakan dengan skala 2-3 MMI.

Selain itu Daryono juga memberikan koreksi terkait skala gempa dengan magnitudo 5,2 yang sebelumnya dilaporkan berkekuatan 5,4.

Adanya perubahan besaran skala gempa, Daryono menambahkan setelah melakukan proses pengumpulan data serta analisis yang lebih lengkap.

“Gempa ini kita update menjadi 5,2 berdasarkan data yang lebih banyak dan lengkap serta teliti,” jelas Daryono.

Lebih lanjut Daryono menjelaskan bahwa gempa terjadi bukan karena adanya aktivitas megathrust, tetapi atasan aktif di dasar laut.

Adapun pergerakan gempa yang terjadi, dikarenakan adanya pergeseran yang berdekatan dengan jalur sumber gempa yakni Sesar Ujung Kulon.

Baca Juga: Selasa 9 Mei Memperingati Hari Apa? BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Bakal Hujan di Jam Ini

“Jadi kami menduga bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar geser Ujung Kulon yang berada di dasar laut,” imbuh Daryono.

Adanya kekhawatiran di masyarakat sekitar lokasi terkait dengan kemungkinan timbulnya gempa susulan, Daryono kembali memberi penjelasan.

Menurutnya gempa bumi Banten yang terjadi kemarin petang merupakan peristiwa tunggal atau single event.

“Tampaknya kami mengenali ini sebagai single event, patut disyukuri tidak ada gempa susulannya, harapan kami tidak ada gempa berikutnya,

Demikian jelas Daryono seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 11 Mei 2023 dari kanal Youtube Metro TV. ***(Karseno AJ)

Reporter Karseno AJ
Editor Wahyu Vitaarum