AYOJAKARTA.COM - Guncangan gempa bumi M 5,2 yang terjadi di Selat Sunda yakni wilayah Sumur, Banten (10/5/2023) mengejutkan masyarakat.
Tak hanya dirasakan di wilayah Banten, bahkan Tangerang Kota hingga Bogor ikut merasakan guncangan gempa tersebut.
Masyarakat pun bertambah panik setelah mengetahui gempa bumi tersebut terjadi di laut, hal ini bukan tanpa sebab karena bisa jadi penyebab guncangan tersebut adalah aktivitas Megathrust.
Jika guncangan gempa merupakan aktivitas dari zona megathrust maka perlu diwaspadai akan adanya tsunami seperti yang pernah terjadi di Pangandaran pada 2006 silam.
Namun Daryono (Kepala Gempabumi dan Tsunami BMKG) melalui akun Twitternya yakni @DaryonoBMKG memastikan bahwa gempa dangkal tersebut disebabkan karena sesar.
Selain itu Daryono juga menjelaskan bahwa gempa bumi tersebut tidak memicu tsunami, masyarakat pun diminta untuk tetap tenang.
"Gempa Selat Sunda M5,2 ini dipicu aktivitas sesar aktif dasar laut di kedalaman dangkal 10 km (bukan gempa megathrust), diduga pemicunya Sesar Ujung Kulon," tulis Daryono.
Baca Juga: Gibran Tepis Isu Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024 dengan Dua Penjelasan Ini
"Belum ada laporan kerusakan, tidak potensi tsunami, sehingga masyarakat pesisir tidak perlu cemas khawatir untuk tetap beraktifitas spt biasa,"lanjutnya.
Dalam sebuah bagan Daryono menjelaskan bahwa hingga pukul 03.00 WIB terpantau terjadi 53 gempa susulan dengan skala magnitudo terendah M 2,3.
Selain itu juga diterangkan bahwa gempa susulan terbanyak terjadi pada pukul 17.00 (10/5/2023) yakni 21 guncangan, dengan 2 gempa yang dirasakan.
"Update aktivitas gempa Selat Sunda 10/05/2023 JAM 03.00 WIB Gempa susulan dirasakan: 2, jumlah 53 kali gempa bumi susulan M max: 5.1 M min: 2.3.***