AYOJAKARTA.COM – Teka-teki siapa pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 mulai terkuak.
Ada 5 nama yang masuk dalam daftar dan kini tengah didalami oleh tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Tim kecil atau tim 8 yang dibentuk oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan terus mendalami 5 nama calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Baca Juga: Anies Baswedan Anggap Lawan di Pilpres 2024 adalah Kawan, Begini Maksudnya
Batal capres usungan Koalisi Perubahan yang juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa proses pembahasan masih terus berlangsung.
“Mengenai calon wakil presiden, tim juga mulai membahas dan nanti ini prosesnya masih berjalan,” ujar Anies Baswedan dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube tvOneNews, Rabu (10/5/2023).
“Kebiasaan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu, kami melakukan proses dulu baru mengumumkan,” sambungnya.
Menurutnya ia dan koalisinya tidak terbiasa mengumumkan yang tidak jelas prosesnya. Hal ini dikarenakan adanya rasa tanggung jawab pada publik.
Baca Juga: Anies Baswedan Janji Bereskan Ketimpangan di RI Jika Terpilih Jadi Presiden pada Pilpres 2024
Berdasarkan yang hasil dari tik kecil, nama cawapres untuk Anies Baswedan disesuaikan dengan 5 skenario seperti halnya yang disampaikan oleh Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya.
“5 nama yang mengerucut itu dalam proses kita akan bangun taaruf dengan capres, ini jika kondisinya seperti ini yang kompatibel atau yang presisi mendampingi pak capres bagaimana,” kata Willy.
“Jadi 5 nama itu berdasarkan dengan 5 skenario, jadi bukan hanya otak-atik. Tapi 5 nama itu benar-benar refleksi dan proses pendispersian mendalam dari scenario,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa nantinya nama yang akan mendampingi Anies Baswedan sebagai cawapres di Pilpres 2024 bukan dari kawin paksa.
“Sekali lagi ini bukan kawin paksa, kami masih punya waktu untuk kemudian membangun kemistri,” ungkap Ketua DPP Partai NasDem.
“Jadi sekali lagi ini bukan ada order dipaksakan dijodohin gitu, nggak. Ini datang dengan penuh cinta dan kasih,” sambungnya.
Sebelumnya kandidat calon wakil presiden juga menjadi pembahasan dari pertemuan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Surya Paloh menyampaikan bahwa banyak hal yang dibicarakan dengan Luhut Binsar Panjaitan saat pertemuan keduanya diantaranya masalah politik.
Namun ia tidak berkomentar lebih dalam lagi dan mengungkapkan bahwa terkait dengan cawapres Anies Baswedan nantinya selagi masih ada kandidat masih bagus.***