Nasional

Soal Usulan Nama Cawapres, Anies Baswedan Sebut Harus Berasal dari Golongan Ini

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 10 Mei 2023, 11:40 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM – Eks Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan, angkat bicara mengenai usulan nama untuk Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan mendampinginya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Anies Baswedan menyampaikan bahwasannya jika ada usulan nama untuk Cawapres, maka harus masuk ke dalam koalisi terlebih dahulu.

Karena sebagaimana diketahui, Anies Baswedan merupakan Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Baca Juga: Luhut Tanggapi Kritik Anies Baswedan soal Subsidi Mobil Listrik: Suruh Datang ke Saya!

“Soal wakil saya rasa lebih besar, karena ini bicara tentang agenda dan tentang nama-nama. Kalau terkait dengan pimpinan partai atau anggota partai, maka mereka yang berada di dalam koalisi otomatis,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu (10/5/2023).

Sebagaimana diketahui, Anies merupakan Capres yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Namun, sejauh ini belum diketahui siapa sosok yang akan menjadi Cawapres Anies di Pilpres 2024 nanti.

Pasalnya, saat masih belum diputuskan siapa nama yang akan ditunjuk sebagai Cawapres Anies nanti.

Baca Juga: Saat Ditanya Pilih Prabowo Subianto atau Anies Baswedan, Sandiaga Uno Pernah Berikan Jawaban Ini

Anies mengungkapkan bahwa apabila ada usulan nama sebagai Cawapres, maka partai yang bersangkutan harus berada dalam koalisi.

Ini karena, Anies menganggap apabila Cawapres tersebut tidak berasal dari koalisi maka tidak adil.

Bagi Anies, ini merupakan sebuah prinsip yang sangat sederhana terkait dengan usulan nama Cawapres.

Maka dari itu, Anies menyampaikan akan lebih baik apabila sosok yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2024 berasal dari koalisi yang sama.

“Jadi kalau ada aspirasi untuk mengusulkan seseorang dari partainya, maka partainya harus menjadi bagian dari koalisi,” jelasnya.

“Kalau tidak menjadi bagian dari koalisi ya tidak fair. Ini prinsip yang sangat sederhana,” sambungnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Aulli R Atmam