Nasional

Waduh, Ketua Bawaslu Soroti Safari Politik Ganjar Pranowo, Benar Ada Pelanggaran?: Kami Lakukan Pengawasan

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Selasa 09 Mei 2023, 16:10 WIB
Ganjar Pranowo

AYOJAKARTA.COM -- Ketiga bakal calon presiden 2024 sepertinya sedang bekerja keras dalam mendulang suara guna mendapatkan kepercayaan masyarakat pada kontestasi pemilu tahun depan.

Proses pendaftaran sebagai calon presiden yang akan diselenggarakan pada pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023 nanti, membuat mereka harus berusaha mengumpulkan setidaknya perolehan suara sah minimal 34.992.703 berdasarkan pemilu 2019 lalu.

Oleh karena itu, ketiga calon tersebut saat ini sedang ramai berkeliling melakukan safari politik seperti mengunjungi para ulama dan ikut dalam kegiatan santai masyarakat.

Baca Juga: Watak dan Kepribadian Ganjar Pranowo Berdasarkan Primbon Jawa, Ternyata Sosok yang Seperti Ini

Salah satunya adalah bakal calon presiden dari partai PDIP yakini Ganjar Pranowo yang belakangan dapat dilihat melalui beberapa postingan akun media sosialnya.

Namun hal ini kemudian mendapatkan sorotan dari Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Dikutip AyoJakarta.com dari laman news.republika.co.id (9/5/2023), Bagja mengatakan bahwa Bawaslu saat ini tengah melakukan pengawasan terhadap safari politik yang dilakukan oleh Ganjar.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan tersebut dijalankan untuk melihat apakah yang bersangkutan Menggunakan fasilitas negara atau tidak.

Baca Juga: Mengulik Sifat dan Karakter Ganjar Pranowo Berdasarkan Weton dan Wuku Primbon Jawa, Cocok Jadi Presiden 2024?

"Bawaslu tetap melaksanakan pengawasan (terhadap safari politik Ganjar). Pengawasan tetap jalan apakah kemudian yang bersangkutan menggunakan fasilitas negara atau tidak," kata Bagja.

Selain itu Bagja juga menjelaskan bahwa safari politik bukanlah suatu pelanggaran pemilu jika dilakukan di luar jadwal pemilu.

Baca Juga: Pertemuan 3 Jam Megawati dan Jokowi di Istana Bahas Cawapres untuk Ganjar Pranowo

Namun ia menekankan safari politik bisa masuk pelanggaran apabila ada ajakan untuk memilih calon presiden tersebut.

"Ada unsur mengajak atau tidak? Mengajak pilih Ganjar tidak sebagai presiden? Kalau ada, itu pelanggaran," kata Bagja.***(Ardiany Fitri Sholekah)

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Wahyu Vitaarum