AYOJAKARTA.COM – Update terbaru dari insiden bus masuk jurang di kawasan wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah pada Minggu (7/5/23).
Dikabarkan jumlah korban meninggal akibat insiden bus yang melaju tanpa sopir kemudian terguling tersebut bertambah satu orang.
Sehingga untuk total korban yang meninggal akibat dari kejadian bus terguling tersebut menjadi dua orang.
Baca Juga: Terbaru! Menteri PUPR: Ada 15 Ruas Jalan Lampung yang Akan Ditangani pada Perbaikan Juli Mendatang
“Sampai saat ini ada tiga yang masih rawat inap namun dari 3 tersebut satu diantaranya subuh pagi tadi meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Dokter Susilo,” ujar Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Sajarod Zakun dilansir dari Republika.co.id.
Dua korban meninggal dalam insiden bus naas tersebut diketahui bernama Maja bin H Sitem (60) beralamat di Kp Pondok Serut rt 05 Rw 03 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara Kota Tangerang Selatan.
Lalu korban meninggal yang kedua adalah Saribin (50) yang beralamat di Paku Jaya Kec Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Insiden terjatuhnya bus pariwisata ke jurang sungai di kawasan Guci, Tegal itu pun terus menjadi sorotan.
Pasalnya saat kejadian, bus dalam kondisi parkir atau berhenti namun mesin hidup, sedangkan sopir tidak berada di dalam bus.
Lantas santer beredar rumor jika penyebab bus yang tengah terparkir tersebut tiba-tiba melaju karena ada anak kecil di dalam bus yang memainkan hand rem.
Beredar pula kabar jika anak tersebut awalnya berniat memainkan klakson, ada juga yang mengatakan jika anak tersebut berniat membuat konten di area tempat duduk sopir.
Lantas apakah rumor jika bus tersebut melaju dan berujung terguling karena ulah anak kecil yang memainkan hand rem?
Menanggapi rumor yang santer beredar tersebut, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Sajarod Zakun menuturkan seperti berikut.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @_anggiylaty0308_ pada Senin (8/5/23), salah seorang wartawan menanyakan kepada Kapolres, “Terkait yang sedang viral Pak katanya ada anak kecil yang mainan rem itu gimana Pak?”
Kapolres Tegal lantas menjawab terkait isu tersebut, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan benar atau tidaknya kabar tersebut.
“Untuk saat ini terkait informasi tersebut sedang kami dalami apakah betul atau tidak ya ada anak kecil yang memainkan rem tangan,” jelas Kapolres Tegal.
“Karena ini posisi bis masih ada di bawah belum berhasil kami evakuasi karena masih menunggu derek dan grab untuk mengangkatnya, nanti setelah hasil penyelidikan maupun olah tkp kita dapat mengetahui penyebab kenapa kendaraan tersebut bisa meluncur ke bawah,” lanjutnya.***